Penemuan Mayat

Fakta-fakta Penemuan Mayat dalam Ember di Tangerang

Warga Tangerang digegerkan dengan penemuan mayat yang berada di sebuah ember dengan kondisi kepala terpisah dari badannya pada Minggu, 21 April 2019

Fakta-fakta Penemuan Mayat dalam Ember di Tangerang
Istimewa
Penemuan mayat di ember yang ditemukan warga di daerah Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Minggu (21/4/2019). 

"Mengenai terpisahnya kepala, kemungkinan karena dua hal karena daging pengikat kepalanya sudah tidak ada. Kedua, tempat ditemukannya jenazah tersebut dapat tergenang air, jadi jarak tengkorak terpisah kemungkinan hal tersebut," kata Alexander.

Meski mayat tersebut ditemukan dengan kondisi kepala terpisah dari badan tapi hasil forensik tidak mendapati bekas kekerasan.

"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, dari jenazah yang telah diperiksakan forensik," jelas Alexander.

Jenazah Diduga Tunawisma

Dari hasil pemeriksaan kepolisian, mayat dalam ember yang ditemukan di Desa Cihuni, Kabupaten Tangerang, diduga sebagai seorang tunawisma atau orang yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap.

Kesimpulan itu diketahui dari temuan barang yang melekat dengan jasad saat pertama kali ditemukan.

"Dari tampilan pakaian yang dikenakan dan melekat, diduga kuat jenazah adalah tunawisma," ungkap Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alexander Yurikho, Rabu (24/4/2019).

Alexander menerangkan, barang-barang yang ditemukan dan mengindikasikan jenazah adalah seorang wisma adalah wadah cat bolong yang diduga sebagai alas tidurnya.

Adapula indikasi lainnya yaitu temuan sendal jepit dengan tali sendal yang dibuat sedemikian rupa menggunakan plastik sebagai tali sendalnya.

"Ditemukan sepasang sendal jepit tanpa merek warna putih hijau, sendal jepit sebelah kanan dan kiri dengan ciri-ciri tali sendal menggunakan kain warna ungu dan diikat menggunakan plastik warna putih dan tali tambang warna kuning," jelas Alexander.

Pada bagian celana jasad yang diduga seorang pria itu, terdapat tambang kuning yang melingkar di celananya.

Hal itu dianggap dijadikan sebagai ikat pinggang.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved