Ledakan Bom di Sri Lanka

Dalam Kondisi Hamil, Istri Pelaku Ledakan Bom Sri Lanka Meledakkan Diri dengan Rompi Bom Bunuh Diri

AKSI bunuh diri dengan cara meledakkan diri dilakukan istri dari salah satu pelaku ledakan bom di Sri Lanka, ketika polisi menyerbu rumahnya.

Dalam Kondisi Hamil, Istri Pelaku Ledakan Bom Sri Lanka Meledakkan Diri dengan Rompi Bom Bunuh Diri
Reuters/thedailystar.net
PROSESI pemakaman massal korban serangan bom, dua hari setelah ledakan bom di sejumlah gereja dan hotel mewah di Sri Lanka pada Minggu Paskah lalu, di pemakaman dekat Gereja St Sebastian di Negombo, Sri Lanka, Selasa (23/4/2019). 

Senaratne mengatakan, alasan mengapa Wickremesinghe tidak bisa mendapat informasi sepenting itu dikarenakan pertikaiannya dengan Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena.

Wickremesinghe sempat dipecat pada Oktober 2018. Namun Sirisena melantiknya kembali karena ditekan oleh mahkamah agung.

Meski begitu, Wickremesinghe masih 'dijauhkan' dari laporan rahasia tentang keamanan negara.

Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe menuturkan, jika saja laporan intelijen sepenting itu sudah diserahkan kepadanya, dia bakal menerapkan kebijakan anti-terorisme cepat untuk membendung serangan.

Wickremesinghe menegaskan penyelidikan telah dilakukan untuk mencari tahu mengapa keamanan tidak segera memberitahukan informasi yang diterima sejak 4 April tersebut.

"Para pejabat pertahanan bakal diganti 24 jam kemudian, dengan restrukturisasi total di kepolisian dan keamanan minggu-minggu ke depan," tandasnya.

Pernyataan Wickremesinghe terjadi setelah Sri Lanka menetapkan hari berkabung nasional di mana misa hingga pemakaman massal bakal terjadi di Colombo dan Negombo.

KONDISI bagian dalam gereja St Sebastian di Negombo, Sri Lanka usai diguncang bom bunuh diri pada Minggu (21/4/2019).
KONDISI bagian dalam gereja St Sebastian di Negombo, Sri Lanka usai diguncang bom bunuh diri pada Minggu (21/4/2019). (AFP/Ishara S Kodikara via Kompas.com)

Dibantu FBI

PM 70 tahun itu menuturkan Inggris dan Badan Penyelidik Federal AS (FBI) membantu penyelidikan. Hasilnya, mereka sudah mulai mampu mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab.

Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS mengklaim serangan bom di Sri Lanka melalui media propaganda mereka, Amaq.

Namun sejauh ini, mereka tidak memberikan bukti klaim.

Hampir 60 orang sudah ditangkap karena diduga berhubungan dengan serangan teror tersebut.

Menurut Wickremesinghe, sejumlah terduga pelaku itu bersenjata dan berbahaya. 

Artikel ini sebagian telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diserbu Polisi, Istri Pelaku Bom Sri Lanka Meledakkan Diri dalam Keadaan Hamil" 

Penulis: Fred Mahatma TIS
Editor: Fred Mahatma TIS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved