Ledakan Bom di Sri Lanka

Dalam Kondisi Hamil, Istri Pelaku Ledakan Bom Sri Lanka Meledakkan Diri dengan Rompi Bom Bunuh Diri

AKSI bunuh diri dengan cara meledakkan diri dilakukan istri dari salah satu pelaku ledakan bom di Sri Lanka, ketika polisi menyerbu rumahnya.

Dalam Kondisi Hamil, Istri Pelaku Ledakan Bom Sri Lanka Meledakkan Diri dengan Rompi Bom Bunuh Diri
Reuters/thedailystar.net
PROSESI pemakaman massal korban serangan bom, dua hari setelah ledakan bom di sejumlah gereja dan hotel mewah di Sri Lanka pada Minggu Paskah lalu, di pemakaman dekat Gereja St Sebastian di Negombo, Sri Lanka, Selasa (23/4/2019). 

"Baru-baru ini dia menjadi sangat dekat dengan Ilham dan menjadi sangat religius," ucap si sumber.

"Begitu dia intens dengan adiknya, dia berubah," lanjutnya.

Selamat dari Ledakan Bom Sri Lanka, Dilip: Pengebom Itu Memegang Kepala Cucu Saya dan Ia Amat Tenang

National Thowheed Jamaath Disebut di Balik Ledakan Bom yang Tewaskan Hampir 300 Orang, Siapa Mereka?

Ilham disebut-sebut pernah menjadi direktur di perusahaan ayahnya. Namun, setelah itu dia memutuskan tinggal di rumah.

"Ilham adalah orang yang mencuci otak Inshaf," tutur sumber.

Kakak beradik itu beserta enam pelaku ledakan bom lainnya beraksi di delapan tempat pada Minggu Paskah, dan menewaskan 359 orang serta melukai 500 lainnya.

Inilah Dua Pelaku Bom Paskah Sri Lanka, Korban Tewas Bertambah Jadi 310 Orang, 500 Terluka! Zahran Hasyim dan Abu Mohammed dua pelaku bom bunuh diri yang menewaskan 310 orang.
Inilah Dua Pelaku Bom Paskah Sri Lanka, Korban Tewas Bertambah Jadi 310 Orang, 500 Terluka! Zahran Hasyim dan Abu Mohammed dua pelaku bom bunuh diri yang menewaskan 310 orang. (facebook)

Seharusnya bisa mencegah

Ledakan bom di Sri Lanka pada Minggu Paskah lalu sejauh ini sudah menelan korban tewas hingga 359 orang,. Di antara korban tewas bom bunuh diri di Sri Lanka itu juga termasuk delapan warga negara Inggris.

Menurut Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe, seharusnya pihaknya bisa mencegah ledakan bom di sejumlah gereja dan hotel Sri Lanka tersebut.

Pasalnya, jauh sebelum serangan terjadi menurut juru bicara pemerintah Sri Lanka Rajitha Senaratne, sebenarnya pihak keamanan sudah mendapat peringatan dari dinas intelijen asing.

Dalam konferensi pers seperti diwartakan Sky News Selasa (24/4/2019), Wickremesinghe mengakui ada komunikasi yang terputus antara keamanan dengan kabinetnya.

"Kami seharusnya bisa mencegah serangan ini terjadi. Atau setidaknya mengurangi jumlah serangannya," kata perdana menteri yang menjabat sejak Januari 2015 itu.

POTONGAN gambar dari rekaman CCTV yang dilingkari merah menunjukkan pria yang diyakini sebagai pelaku bom bunuh diri melewati umat yang akan masuk ke Gereja St St Sebastian di Negombo, Sri Lanka, sebelum melakukan aksinya Minggu (21/4/2019).
POTONGAN gambar dari rekaman CCTV yang dilingkari merah menunjukkan pria yang diyakini sebagai pelaku bom bunuh diri melewati umat yang akan masuk ke Gereja St St Sebastian di Negombo, Sri Lanka, sebelum melakukan aksinya Minggu (21/4/2019). (Times of India via Daily Mirror)
Halaman
1234
Penulis: Fred Mahatma TIS
Editor: Fred Mahatma TIS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved