Lalu Muhammad Zohri

Zohri dan Kawan-kawan Kini Fokus ke 3 Turnamen Dunia, Targetnya Lolos ke Olimpiade Tokyo 2020

Pencapaian Lalu Muhammad Zohri di Kejuaraan Atletik Asia 2019 sudah sesuai target dan mereka kini fokus menghadapi tiga kejuaraan tingkat dunia.

Zohri dan Kawan-kawan Kini Fokus ke 3 Turnamen Dunia, Targetnya Lolos ke Olimpiade Tokyo 2020
Warta Kota/Gisesya Ranggawari
Para atlet pelari berlatih di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Rabu (24/4/2019). 

Lalu Muhammad Zohri, spinter 100 meter putra asal Indonesia berhasil membawa pulang medali perak lari 100 meter pria pada Kejuaraan Atletik Asia 2019, di Doha Qatar dan menjadi manusia tercepat di Asia Tenggara.

Meskipun gagal mempersembahkan medali emas, raihan waktu Zohri 10,13 detik berhasil memecahkan rekor nasional sekaligus ASEAN milik Suryo Agung Wibowo (10,17) yang bertahan selama satu dekade terakhir.

Zohri Ucapkan Terima Kasih Atas Doa dan Dukungan Untuknya

Pelatih spesialis lari jarak pendek PB PASI, Eni Nuraeni yang mendampingi Zohri dan kawan-kawan di Qatar mengaku puas dengan penampilan Zohri menempati podium kedua.

"Kalau saya sih sudah puas, sudah sesuai target juga dapat perak. Saya bersyukur, Alhamdulillah," kata Eni kepada Warta Kota disela melatih para atlet di Stadion Madya Senayan, Rabu (24/4/2019).

Lalu Muhammad Zohri meraih perak di Kejuaraan Atletik Asia 2019 di Doha, Qatar, Senin (22/4/2019)
Lalu Muhammad Zohri meraih perak di Kejuaraan Atletik Asia 2019 di Doha, Qatar, Senin (22/4/2019) (Alkass)

Pelatih Terbaik Asia 2019 itu menambahkan, sebelum target utama meloloskan lari estafet 4x100 meter putra dan 100 meter putra ke Olimpiade, Zohri dan kawan-kawan akan menghadapi tiga kejuaraan tingkat dunia. 

Ketiga event itu adalah World Relay Champ di Yokohama, Jepang 11-12 Mei 2019, lalu Grand Prix Asian di China pada bulan Juni.

Raih Perak di Kejuaraan Atletik Asia, Muhammad Zohri Banjir Pujian

Kemudian Zohri cs akan kembali terbang ke Doha, Qatar untuk menghadapi turnamen World Athletic Champ pada 28 September-6 Oktober 2019.

"Agenda selanjutnya tim atletik Indonesia akan menghadapi tiga turnamen internasional jelang Olimpiade tahun depan. Saya beraharp tim estafet (4x100 meter putra) Indonesia yang bisa lolos ke Olimpiade 2020 di Tokyo karena punya kans lebih baik," tutur Eni yang kini berusia 72 tahun.

Penulis: Gisesya Ranggawari
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved