Liga Inggris

Pep Guardiola Sebut Old Trafford Tak Lagi Angker bagi Skuat Manchester City

City menang lima kali dan sekali imbang dalam tujuh kunjungan terakhir ke Old Trafford di ajang Liga Inggris.

Pep Guardiola Sebut Old Trafford Tak Lagi Angker bagi Skuat Manchester City
bbc.co.uk
Guardiola menjadi pelatih paling sukses dalam sejarah Barcelona. 

PELATIH Manchester City, Pep Guardiola, menyatakan bahwa anak asuhnya tak lagi ketakutan ketika menginjakkan kaki di Old Trafford karena tidak angker lagi.

City menang lima kali dan sekali imbang dalam tujuh kunjungan terakhir ke Old Trafford di ajang Liga Inggris.

Sedikit merunut ke belakang, City selalu ketakutan manakala meladeni Setan Merah julukan Manchester United di Old Trafford.

Dalam kurun waktu 1974 hingga 1988 atau selama 34 tahun, City dicekam penyakit rendah diri.

"Dalam satu dekade terakhir, City tumbuh pesat sehingga tidak lagi minder atau ketakutan ketika bermain di Old Trafford. Dalam tiga musim terakhir ketika saya bergabung, City lebih baik lagi," kata Pep.

Ketika gelagat kebangkitan City mulai terasa, legenda Setan Merah Sir Alex Ferguson menyebut City sebagai tetangga yang berisik.

Unai Emery: Arsenal Tidak Boleh Salah Lagi

Itu terjadi ketika City mulai bisa mengimbangi bahkan mengalahkan Setan Merah.

Sebagai pelatih profesional, Pep mengharapkan Setan Merah bisa bangkit setelah kekalahan yang memalukan di Goodison Park di laga terakhir. Paul Pogba dkk dibantai Everton dengan skor 4-0.

"Saya berharap pertandingan besok merupakan laga terbaik kami bersama United. Artinya, kami menyiapkan diri dengan standar permainan terbaik karena United pasti bangkit saat bermain di laga derbi," kata Pep.

Pep sudah merasakan panasnya laga sejak menukangi Barcelona ketika menghadapi musuh besar Real Madrid di ajang El Clasico.

Di Bundesliga, ia juga terlibat Der Klassiker ketika Bayern Muenchen besutannya menghadapi Borussia Dortmund.

Kini di Liga Inggris, ia pun menghadapi Derbi Manchester yang juga berwibawa. "Derbi selalu menantang. Kami juga sangat bergairah."

Ia memahami kondisi pelatih MU, Ole Gunnar Solksjaer yang berada dalam tekanan. Sebab, situasi seperti ini dihadapi setiap pelatih di manapun.

Berita Ini Juga Dimuat di KORAN SUPER BALL, Rabu (24/4/2019)

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved