Operasi Tangkap Tangan

Pengacara Bowo Sidik Bantah Kliennya Sebut Dana dari Menteri Perdagangan

Pak Bowo hanya bilang dari salah seorang menteri, tapi dia tidak pernah sebutkan nama‎," kata Saut kepada wartawan,

Pengacara Bowo Sidik Bantah Kliennya Sebut Dana dari Menteri Perdagangan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk, Bowo Sidik Pangarso usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/4/2019). Bowo Sidik menjalani pemeriksaan lanjutan dalam kasus dugaan suap pelaksanaan kerja sama bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dan penerimaan lain terkait jabatan. 

Kuasa hukum Bowo Sidik Pangarso, anggota DPR yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan keterangan berbeda soal nama-nama pihak yang sebelumnya disebut terkait dana yang disimpan bersangkutan.

Pengacara Bowo, Saut Edward Rajaguguk, mengaku belum mengetahui keterangan kliennya perihal penyebutan nama Menteri Pedagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita terkait dengan dana yang disimpan Bowo.‎

‎Saut membantah kliennya menyebut nama Menteri Enggartiasto pada pemeriksaan di KPK, sebagaimana diberitakan di majalah mingguan.

Ia mengaku Bowo baru menyebutkan ada menteri yang memberinya dana. Namun, mengenai nama, Bowo sendiri belum mengungkap secara detil.

‎‎"Saya belum tahu kalau klien kami apakah dapat uang Rp2 Milliar dari Mendag Enggartiasto. Pak Bowo hanya bilang dari salah seorang menteri, tapi dia tidak pernah sebutkan nama‎," kata Saut kepada wartawan, Selasa (23/4/2019).‎

KPK sendiri menyatakan masih mempelajari informasi dan keterangan yang disampaikan tersangka Bowo Sidik. Soal nama menteri, KPK tak mengulasnya.

Pada pokok perkaranya, Bowo dijerat hukum lantaran diduga menerima suap atas jasa angkut pupuk dan menerima gratifikasi dari pihak Bowo ditangkap lantaran terkena OTT diduga menerima suap atas jasa angkut pupuk dan menerima gratifikasi.

‎Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menanggapi santai info yang disampaikan media mengenai Mendag dalam kasus ini. ‎Menurutnya, penyidik akan melihat kesesuaian pada sejumlah keterangan yang disampaikan, baik oleh saksi ataupun tersangka.

‎"Jika keterangan atau pun informasi disampaikan dalam sebuah pemeriksaan dan dituangkan dalam berita acara, tentu kami pelajari ‎informasi tersebut. Apakah berdiri sendiri ataukah ada kesesuaian dengan bukti-bukti lain" kata Febri.‎

Terhadap pernyataan Bowo yang menjadi polemik, pakar hukum pidana Faisal Santiago menyarankan kepada penyidik KPK untuk membuka rekening Bowo Sidik. Menurut dia, tujuannya untuk mengetahui dari mana saja aliran dana yang diterima oleh Bowo Sidik. Sekaligus ini untuk menegaskan fakta hukum sebenarnya.

Halaman
12
Editor: Ahmad Sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved