Kesehatan

Mengapa Pelari Maraton Paruh Baya Berlari Lebih Cepat dari Pelari Usia Duapuluhan?

Alasan kalangan yang lebih tua lebih cepat berlari karena jarak latihan larinya lebih panjang sehingga kekuatan kakinya lebih baik.

Lifealth
Ilustrasi olahraga lari 

Menurut data terbaru dari aplikasi Strava, pelari berusia 40-an kerapa berada di depan para pesaing yang lebih muda.

Aplikasi Strava menyatakan bahwa pelari paruh baya secara konsisten rata-rata waktu maraton lebih cepat ketimbang lawan mereka yang lebih muda.

Fakta tersebut tampaknya menentang 'aturan' kinerja atletik.

Pria usia antara 40-49 tahun, waktu rata-rata lari empat jam dan 17 menit untuk maraton, menurut data terakhir.

Wanita dalam kisaran usia yang sama biasanya waktu lari maraton kurang dari lima jam saat maraton.

Mereka yang lebih tua itu, tetapi catatan waktunya dua atau satu menit lebih cepat dari mereka yang berusia lebih muda.

Dan, data itu tampaknya menunjukkan alasan bahwa mereka yang berusia lebih muda lebih banyak berhenti saat melakukan lari maraton.

Perbedaan utama tampaknya adalah waktu berlari yang dimasukkan oleh kedua kelompok tersebut.

Amanda Rawles Jatuh Cinta pada Olahraga Lari Setelah Bermain Series Running Girl

Menurut Strava, pelari yang lebih tua rata-rata 28 mil (45 km) seminggu sekitar tiga bulan sebelum hari perlombaan.

Bandingkan dengan mereka yang berusia duapuluhan yang berlatih lari lebih pendek jaranya yakni 24 mil.

Halaman
1234
Penulis: Intan Ungaling Dian
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved