Pemilu 2019

Kapok Gelar Pemilu Serentak Pakai Lima Kotak Suara, KPU: Cukup Sekali Saja

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) meminta pelaksanaan pemilu serentak dengan lima jenis surat suara, cukup diterapkan sekali saja.

Kapok Gelar Pemilu Serentak Pakai Lima Kotak Suara, KPU: Cukup Sekali Saja
Kompas.com
Petugas KPPS TPS 16 Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah memakai seragam sekolah dasar (SD), Rabu (27/6/2018).(KOMPAS.com/Labib Zamani) 

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) meminta pelaksanaan pemilu serentak dengan lima jenis surat suara, cukup diterapkan sekali saja.

Racikan pemilu serentak di periode berikutnya diminta tidak lagi meniru format Pemilu 2019.

"Pemilu serentak dengan lima kotak suara cukup sekali saja. Jangan lagi dilaksanakan," kata Komisioner KPU Viryan Azis di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019).

Jumlah Petugas KPPS yang Meninggal Dunia Bertambah Jadi 119 Orang

Viryan Azis menilai beratnya proses pemilu serentak sangat dirasakan oleh para jajaran KPU di tingkat daerah, dicerminkan dari banyaknya korban jatuh.

Hingga Selasa (23/4/2019), sudah ada 667 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang tertimpa musibah. Rinciannya, 119 orang meninggal dunia, dan 548 lainnya jatuh sakit akibat harus maraton merekap hasil pemungutan suara.

Hal itu merupakan harga yang sangat mahal yang harus dibayar untuk penyelenggaraan pesta demokrasi tahun ini.

Ribuan Anggota Brimob dari Berbagai Daerah Dikerahkan ke Jakarta, Ada Apa?

"Itu kan harga yang sangat mahal untuk demokrasi. Kami berharap semua pihak di daerah PPK, PPS, KPPS, tegar dan fokus menyelesaikan kerjanya," ujar Viryan Azis.

Meski pekerjaan mereka begitu berat dan banyak korban berjatuhan, tudingan kecurangan hingga manipulasi data tidak otomatis hilang begitu saja. Pekerjaan mereka kerap diwarnai oleh tudingan berbagai pihak.

Meski banyak di antaranya tidak terbukti, Viryan Azis meminta kepada mereka yang keberatan atau menaruh curiga akan suatu hal, untuk langsung menyampaikannya ke KPU. Sebab, KPU terbuka akan kritik dan masukan.

Bomber Gereja di Sri Lanka Warga Setempat, Namanya Insan Seelawan, Bukan Insan Setiawan

"Apabila ada hal yang tidak berkenan silakan disampaikan. Jangan sampai ada hal-hal yang disangka kita curang pada kenyataannya tidak," ucapnya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved