Ledakan Bom di Sri Lanka

FBI Bantu Penyelidikan Bom Sri Lanka, PM Sri Lanka: Seharusnya, Kami Bisa Cegah Hal Itu Terjadi

"Kami seharusnya bisa mencegah serangan ini. Atau setidaknya mengurangi jumlah serangannya," kata Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe.

FBI Bantu Penyelidikan Bom Sri Lanka, PM Sri Lanka: Seharusnya, Kami Bisa Cegah Hal Itu Terjadi
Times of India via Daily Mirror
POTONGAN gambar dari rekaman CCTV yang dilingkari merah menunjukkan pria yang diyakini sebagai pelaku bom bunuh diri melewati umat yang akan masuk ke Gereja St St Sebastian di Negombo, Sri Lanka, sebelum melakukan aksinya Minggu (21/4/2019). 

Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe menuturkan Inggris dan Badan Penyelidik Federal AS (FBI) membantu penyelidikan. Hasilnya, mereka sudah mulai mampu mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab.

LEDAKAN bom di Sri Lanka pada Minggu Paskah lalu sejauh ini sudah menelan korban tewas hingga 359 orang,. Di antara korban tewas bom bunuh diri di Sri Lanka itu juga termasuk delapan warga negara Inggris.

Menurut Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe, seharusnya pihaknya bisa mencegah ledakan bom di sejumlah gereja dan hotel Sri Lanka tersebut.

Pasalnya, jauh sebelum serangan terjadi menurut juru bicara pemerintah Sri Lanka Rajitha Senaratne, sebenarnya pihak keamanan sudah mendapat peringatan dari dinas intelijen asing.

Korban Tewas Bom Sri Lanka Capai 359 Orang, Polisi Terus Buru Orang-orang yang Diduga Terlibat

Terungkap, Ancaman Awal Rentetan Bom Sri Lanka Berasal dari Seorang Tersangka ISIS di India

Petugas melakukan penjagaan pasca-ledakan yang menimpa Gereja St Anthony di Kochchikade, Kolombo, Minggu (21/4/2019). Jumlah korban tewas dalam ledakan yang menimpa sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka sudah mencapai 207 orang, belum dipastikan penyebab dan pelaku peledakan tersebut.
Petugas melakukan penjagaan pasca-ledakan yang menimpa Gereja St Anthony di Kochchikade, Kolombo, Minggu (21/4/2019). Jumlah korban tewas dalam ledakan yang menimpa sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka sudah mencapai 207 orang, belum dipastikan penyebab dan pelaku peledakan tersebut. (AFP/Ishara S Kodikara via Kompas.com)

Dalam konferensi pers seperti diwartakan Sky News Selasa (24/4/2019), Wickremesinghe mengakui ada komunikasi yang terputus antara keamanan dengan kabinetnya.

"Kami seharusnya bisa mencegah serangan ini terjadi. Atau setidaknya mengurangi jumlah serangannya," kata perdana menteri yang menjabat sejak Januari 2015 itu.

Senaratne mengatakan, alasan mengapa Wickremesinghe tidak bisa mendapat informasi sepenting itu dikarenakan pertikaiannya dengan Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena.

Wickremesinghe sempat dipecat pada Oktober 2018. Namun Sirisena melantiknya kembali karena ditekan oleh mahkamah agung.

Meski begitu, Wickremesinghe masih 'dijauhkan' dari laporan rahasia tentang keamanan negara.

9 Fakta Pelaku Bom Bunuh Diri Sri Lanka, Anak Pedagang Kaya hingga Bantahan Indonesia dan Klaim ISIS

Klaim Bertanggung Jawab Atas Ledakan Bom di Sri Lanka, ISIS Beberkan Nama Pelaku dan Rilis Foto

Inilah Dua Pelaku Bom Paskah Sri Lanka, Korban Tewas Bertambah Jadi 310 Orang, 500 Terluka! Zahran Hasyim dan Abu Mohammed dua pelaku bom bunuh diri yang menewaskan 310 orang.
Inilah Dua Pelaku Bom Paskah Sri Lanka, Korban Tewas Bertambah Jadi 310 Orang, 500 Terluka! Zahran Hasyim dan Abu Mohammed dua pelaku bom bunuh diri yang menewaskan 310 orang. (facebook)

Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe menuturkan, jika saja laporan intelijen sepenting itu sudah diserahkan kepadanya, dia bakal menerapkan kebijakan anti-terorisme cepat untuk membendung serangan.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved