Pencurian

Berkas Perkara Pembobol ATM Modus Skimming Dinyatakan Lengkap Oleh Kejaksaan

Sebelumnya berkas perkara dilimpahkan penyidik Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI, Selasa (26/3/2019).

Berkas Perkara Pembobol ATM Modus Skimming Dinyatakan Lengkap Oleh Kejaksaan
Dokumentasi Polda MetroJaya
RP mengenakan kerudung untuk menyamar menjadi seorang perempuan saat mengambil uang di mesin ATM 

SEMANGGI, WARTAKOTALIVE.COM -- Berkas perkara kasus pembobolan ATM bermodus skimming dengan tersangka Ramyadjie Priambodo yang disebut-sebut masih kerabat jauh capres Prabowo Subianto, akhirnya dinyatakan lengkap oleh kejaksaan.

Sebelumnya berkas perkara dilimpahkan penyidik Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI, Selasa (26/3/2019).

"Berdasarkan surat Kepala Kejaksaan Tinggi DKI tertanggal 15 April lalu, dinyatakan berkas perkara hasil penyidikan tindak pidana atas inisial RP sudah lengkap," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi Warta Kota, Rabu (24/4/2019).

Besok, Pembobol ATM Modus Skimming dan Menyamar Perempuan, Diserahkan ke Kejaksaan

Pembobol ATM BCA Modus Skimming Ngaku Dapat Info Dari Deep Web, Inilah Arti Deep Web Versi Polisi

Pembobol ATM yang Nyamar Jadi Perempuan Ternyata Dapat Data Nasabah Bank Lewat Deep Web

Tersangka Pembobol ATM, Ramyadjie Keponakan Jauh Prabowo Terancam 5 Tahun Penjara

Pria Pembobol ATM yang Pakai Jilbab dan Masker Sudah 91 Kali Beraksi dan Kuras Duit Ratusan Juta

Karenanya kata Argo penyidik saat ini bersiap melakukan pelimpahan tahap dua yakni melimpahkan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan.

"Karena berkas perkara sudah dinyatakan lengkap atau P-21, kini disiapkan pelimpahan tahap ke dua untuk selanjutnya," kata Argo.

Argo menjelaskan Ramyadjie Priambodo adalah pembobol rekening nasabah lewat ATM dengan modus skimming. Ia mendapatkan data nasabah yang hendak dibobolnya melalui deep web.

Dalam setiap aksinya pelaku menyamar sebagai perempuan dengan mengenakan hijab atau kerudung serta masker saat membobol ATM.

Karena aksinya Ramyadji dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian dan atau Pasal 30 Jo Pasal 46 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 81 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana dan/atau Pasal 3, 4, 5 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencucian Uang yang terjadi pada bulan Desember 2018 sampai Januari 2019. "Dengan ancaman hukuman maksimalnya lebih dari 5 penjara," kata Argo.

Sebab saat dibekuk di apartemennya di Jalan Jenderal Sudirman, 26 Februari lalu, polisi menemukan satu buah mesin ATM BCA di sana.

Namun sampai berkas perkara dinyatakan lenglap, Ramyadjie etap bungkam terkait siapa sosok temannya yang menjual mesin ATM BCA tersebut ke dirinya.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved