Ledakan Bom di Sri Lanka

National Thowheed Jamaath Disebut di Balik Ledakan Bom yang Tewaskan Hampir 300 Orang, Siapa Mereka?

Pemerintah Sri Lanka yakin bahwa kelompok radikal Islam lokal National Thowheed Jamaath (NTJ) menjadi dalang serangkaian ledakan bom di 8 lokasi itu.

National Thowheed Jamaath Disebut di Balik Ledakan Bom yang Tewaskan Hampir 300 Orang, Siapa Mereka?
AFP/Ishara S Kodikara via Kompas.com
Petugas melakukan penjagaan pasca-ledakan yang menimpa Gereja St Anthony di Kochchikade, Kolombo, Minggu (21/4/2019). Jumlah korban tewas dalam ledakan yang menimpa sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka sudah mencapai hampir 300 orang, belum dipastikan penyebab dan pelaku peledakan tersebut. 

Laporan yang dikeluarkan dinas intelijen asing itu telah memperingatkan rencana serangan pada 11 April atau sekitar 10 hari sebelumnya.

RENTETAN ledakan bom di sejumlah gereja dan hotel Sri Lanka yang terjadi Minggu (21/4/2019) waktu setempat belum jelas siapa yang bertanggung jawab.

Namun, Pemerintah Sri Lanka yakin bahwa kelompok radikal Islam lokal National Thowheed Jamaath (NTJ) menjadi dalang serangkaian serangan bom yang menewaskan hampir 300 orang itu.

Rajitha Senaratne Juru Bicara Pemerintah Sri Lanka mengatakan, kini pemerintah tengah menyelidiki potensi dukungan kelompok internasional kepada NTJ terhadap 8 ledakan di gereja dan hotel Sri Lanka.

"Kami tak yakin organisasi kecil itu bisa melakukan semua ini," ujar Senaratne, Senin (22/4/2019).

Korban Ledakan Bom di Sri Lanka Terus Bertambah, 290 Tewas 500 Luka-luka, 24 Orang Ditahan Polisi

6 Fakta Bom di Sri Lanka, 8 Ledakan di Sejumlah Gereja dan Hotel hingga Korban Tewas Capai 207 Orang

Petugas melakukan penjagaan pasca-ledakan yang menimpa Gereja St Anthony di Kochchikade, Kolombo, Minggu (21/4/2019). Jumlah korban tewas dalam ledakan yang menimpa sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka sudah mencapai hampir 300 orang, belum dipastikan penyebab dan pelaku peledakan tersebut.
Petugas melakukan penjagaan pasca-ledakan yang menimpa Gereja St Anthony di Kochchikade, Kolombo, Minggu (21/4/2019). Jumlah korban tewas dalam ledakan yang menimpa sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka sudah mencapai hampir 300 orang, belum dipastikan penyebab dan pelaku peledakan tersebut. (AFP/Ishara S Kodikara via Kompas.com)

"Kini kami menyelidiki dukungan internasional untuk mereka dan jaringan lainnya, bagaimana mereka mencetak pengebom bunuh diri, dan bagaimana mereka membuat bom semacam ini," tambah dia.

Sejumlah dokumen yang diterima AFP menyebut, kepala kepolisian Sri Lanka pada 11 April lalu sudah memperingatkan kemungkinan NTJ melakukan serangan.

Korban Selamat Ledakan Bom di Sri Lanka: Semua Orang Menjerit, Mayat Ada di Mana-mana

Ditemukan Bom Pipa, Bandara Sri Lanka Ditutup, Pascaledakan Bom di Sejumlah Gereja dan Hotel

Sejumlah mobil ambulans berada di luar gereja pasca-ledakan yang menimpa Gereja St Anthony di Kochchikade, Kolombo, Minggu (21/4/2019). Jumlah korban tewas dalam ledakan yang menimpa sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka sudah mencapai 207 orang, belum dipastikan penyebab dan pelaku peledakan tersebut.
Sejumlah mobil ambulans berada di luar gereja pasca-ledakan yang menimpa Gereja St Anthony di Kochchikade, Kolombo, Minggu (21/4/2019). Jumlah korban tewas dalam ledakan yang menimpa sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka sudah mencapai 207 orang, belum dipastikan penyebab dan pelaku peledakan tersebut. (AFP/Ishara S Kodikara via Kompas.com)

Laporan Intelijen

Sebelumnya, sebuah laporan intelijen diunggah Menteri Luar Negeri Sri Lanka Harin Fernando setelah ledakan bom mengguncang negara itu Minggu (21/4/2019).

Dalam unggahan di Twitter itu, Fernando mengatakan, laporan yang dikeluarkan dinas intelijen asing itu telah memperingatkan rencana serangan pada 11 April atau 10 hari sebelumnya.

Dalam surat itu, disebutkan NTJ merupakan kelompok yang merencanakan serangan yang menghantam delapan tempat di Sri Lanka.

Personel polisi berada di lokasi ledakan di sebuah area di Shangri-La Hotel, Kolombo, Sri Lanka, Minggu (21/4/2019). Hampir 300 orang tewas akibat ledakan bom di tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka saat umat Kristen merayakan Paskah.
Personel polisi berada di lokasi ledakan di sebuah area di Shangri-La Hotel, Kolombo, Sri Lanka, Minggu (21/4/2019). Hampir 300 orang tewas akibat ledakan bom di tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka saat umat Kristen merayakan Paskah. (AFP/Ishara S Kodikara via Kompas.com)

Mendukung ISIS

Halaman
123
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved