Empat Pemuda yang Tergeletak dan Kejang-kejang di Tangsel Ternyata Mabuk Excimer

Dari hasil pemeriksaan, keempatnya diketahui mengkonsumsi obat berjenis eximer ketika menunggu angkutan umum untuk pulang ke rumahnya

Empat Pemuda yang Tergeletak dan Kejang-kejang di Tangsel Ternyata Mabuk Excimer
Istimewa
Empat pemuda jadi tontonan ditemukan tergeletak di pinggir jalan raya dekat Mall Living World Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan, pada Sabtu (20/4/2019) lalu. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Zaki Ari Setiawan

TANGERANG, WARTA KOTA - Empat pemuda yang membuat geger publik lantaran ditemukan tergeletak dan kejang-kejang dimintai keterangan oleh petugas Polres Tangerang Selatan.

Sebelumnya, empat pemuda itu ditemukan tergeletak di pinggir jalan raya dekat Mall Living World Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan, pada Sabtu (20/4/2019) lalu.

Dari hasil pemeriksaan, keempatnya diketahui mengkonsumsi obat berjenis excimer ketika menunggu angkutan umum untuk pulang ke rumahnya di daerah Kota Tangerang.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alexander Yurikho menjelaskan, barang tersebut didapati di sebuah lapak di daerah Graha Raya Bintaro dengan dosis tiga pil satu orangnya.

"Mereka memang berniat mengkonsumsi zat yang efeknya mengganggu kesehatan mereka, mereka sama-sana membeli di sebuah lapak di kawasan Graha Raya, jenis obat eximer, mereka membeli perorang masing-masing tiga buah," kata Alexander, Selasa (23/4/2019).

Saat mengkonsumsi excimer, keempatnya juga meminum kopi yang dibeli dari tukang kopi keliling. Dalam waktu beberapa saat, mereka kemudian tergeletak tidak sadarkan diri.

Keempat pemuda yang berumur 18-20 tahun itu kemudian dibawa ke RS Omni untuk ditangani lebih lanjut.

Lapak penjual excimer itu tengah diselidiki oleh kepolisian karena menjual bebas kepada masyarakat tanpa disertai resep dokter.

"Kami akan mencari toko atau lapak yang menjual obat yang seharusnya tidak dijual bebas itu," jelas Alexander.

Excimer (Chloropromazine) adalah sejenis obat penenang atau termasuk golongan antipsikotik fenitiazina yang digunakan untuk mengobati gangguan mental seperti perilaku agresif yang membahayakan, kecemasan dan kegelisahan, skizofrenia, psikosis,  serta autisme, dan juga mengatasi mual, muntah serta cegukan yang lama. 

Efek obat tersebut pada umumnya akan hilang dengan sendirinya jika baru mengkonsumsi sekali dan tidak dilanjutkan.

Namun ada beberapa efek samping yang dapat timbul pada penggunaan obat tersebut, yaitu mengantuk, mual, gemetaran, gelisah, gangguan tidur, penurunan libido atau gairah seks, sakit kepala, dan pusing, pandangan kabur, mulut terasa kering, dan detak jantung meningkat.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved