Korupsi Proyek PLTU Riau 1

Divonis Tiga Tahun Penjara, Mantan Menteri Masih Mengaku Tak Terlibat Kasus Suap Proyek PLTU Riau-1

IDRUS Marham, terdakwa kasus suap proyek PLTU Riau-1, enggan menanggapi putusan vonis majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Divonis Tiga Tahun Penjara, Mantan Menteri Masih Mengaku Tak Terlibat Kasus Suap Proyek PLTU Riau-1
Warta Kota/Henry Lopulalan
Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham meninggalkan Gedung KPK Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan usai menandatangani perpanjangan masa tahanan, Rabu (28/11). 

Idrus Marham mengaku telah menyampaikan dan membacakan surat pengunduran dirinya kepada Presiden Joko Widodo.

Alasan Mensos Idrus Marham mengundurkan diri adalah karena statusnya yang kini sebagai tersangka dalam kasus korupsi pembangunan PLTU Riau-1.

"Kemarin sore sudah pemberitahuan penyidikan. Yang namanya penyidikan itu pasti statusnya sudah tersangka. Semakin cepat semakin bagus, tidak mungkin tadi malam saya lapor ke Presiden. Ini baru tadi pagi saya langsung diberi waktu, dan saya sudah sampaikan sekaligus pengunduran diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral saya," tutur Idrus Marham.

Bersaksi di Sidang Ratna Sarumpaet, Rocky Gerung: Saya Jengkel Aktivis Demokrasi Bisa Berbohong

Selain menyatakan mundur dari Menteri Sosial, Idrus Marham juga mundur dari Partai Golkar dengan alasan fokus pada proses hukum yang sedang berjalan.

Idrus Marham sebelumnya sudah beberapa kali diperiksa KPK sebagai saksi terkait kasus kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau, Rabu (15/8/2018).

Dalam kasus ini KPK lebih dahulu menetapkan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih sebagai tersangka kasus suap.

PSI Nyatakan Siap Jadi Oposisi di DPRD DKI, Partai Nasdem Bilang Gagal Paham

Eni Maulani Saragih ditangkap saat berada di rumah Idrus Marham. Politikus Partai Golkar itu diduga menerima suap sebesar Rp 500 juta, yang merupakan bagian dari commitment fee 2,5 persen dari nilai proyek kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

Fee tersebut diberikan oleh Johannes Budisutrisno Kotjo, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

Diduga, suap diberikan agar proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1 berjalan mulus. (*) 

***

 Asmara Abigail Tampil Nyaman Tanpa Busana Demi Tuntutan Film Sekte

 Penyanyi Aaliyah Massaid Akui Dul Jaelani Teman yang Baik dan Asyik

 Aktris Syifa Hadju Bantah Pacaran dengan Rizky Nazar, Ini Alasannya Tepis Gosip

 Film Ini Digarap Bareng Arwah Perempuan Muda yang Tewas Secara Tragis Seabad Lalu 

 

 

 

 Anies Baswedan Hapus Kebijakan Ahok, Rumah dan Bangunan di Bawah Rp 1 Miliar Bakal Kena Pajak

 Kemungkinan Sandiaga Balik Jadi Wagub DKI, Anies Baswedan: Itu Jebakan

 Simak Pidato Ahok BTP Akui Kekalahan Usai Quick Count Pilkada DKI 2017, Beda Dengan Prabowo

 

 Bukan Prabowo, Ini Sosok yang Bakal Jemput Rizieq Shihab Agar Bisa Rayakan Lebaran di Indonesia

 Ustadz Yusuf Mansur Dapat Komentar dari Warganet Beda Pilihan dengan UAS dan Aa Gym

 FOTO VIRAL Hotman Paris Pasang Foto Jadul Jokowi-Megawati Jadi Presiden Lagi, Nasib Orang Siapa Tahu

 

 

 3 Alasan Prabowo-Sandi Sulit Susul Perolehan Suara Jokowi-Maruf di Pilpres 2019

 UPDATE REAL COUNT KPU Pagi Ini: Data Masuk 18 %, KH Maruf Amin Kalah di Kampung Sendiri

 UPDATE Real Count KPU Pukul 21.15, Tadinya Kalah, Jokowi-Maruf Susul Suara Prabowo di 2 Provinsi Ini

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved