Pemilu 2019

90 Petugas KPPS Meninggal, Jokowi Anggap Pejuang Demokrasi, Jusuf Kalla Serukan Evaluasi

WAKIL Presiden Jusuf Kalla menyarankan, penyelenggaraan pemilu serentak harus dievaluasi.

90 Petugas KPPS Meninggal, Jokowi Anggap Pejuang Demokrasi, Jusuf Kalla Serukan Evaluasi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
KPPS memeriksa surat suara yang akan digunakan Capres 01 Joko Widodo di TPS 008, Gambir, Jakarta, Rabu (17/4/2019). 

WAKIL Presiden Jusuf Kalla menyarankan, penyelenggaraan pemilu serentak harus dievaluasi.

Hal ini terkait banyaknya korban meninggal dunia yang kelelahan saat bertugas menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Ia mengatakan, sejak awal telah ada kekhawatirkan terkait beban kerja yang sangat berat dari seorang petugas KPPS, mengingat Pemilu 2019 merupakan pemilu yang paling rumit.

27 Tahanan KPK Golput karena Ogah Pakai Rompi Oranye dan Diborgol Saat Mencoblos

“Itulah yang kita khawatirkan sejak awal. Bahwa ini pemilu yang terumit, ternyata ada korbannya, baik di kalangan KPPS, juga di kepolisian ada korban,” kata JK di rumah dinasnya, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, seusai menerima tokoh dan pimpinan ormas Islam, Senin (22/4/2019) malam.

JK pun meminta agar pilpres dan pileg ke depan penyelenggaraannya dipisah, di mana pemilihan calon anggota legislatif digelar tertutup oleh parpol.

Masyarakat, usul JK, cukup memilih partai, dan partai yang menentukan calegnya sendiri.

Bukan Undang-undang yang Jadi Penghalang Sandiaga Uno Kembali ke Balai Kota, tapi Etika

“Tentu harus evaluasi yang keras, Salah satu hasil evaluasi dipisahkan antara pilpres dengan pileg itu supaya bebannya jangan terlalu berat. Termasuk juga caleg-caleg itu tertutup. Pilih partai saja, sehingga tidak terjadi keruwetan menghitung,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan, ketika sorak sorai diteriakkan para pemenang pemilu sementara, duka cita menyelimuti sebagian petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di seluruh pelosok Nusantara.

Tercatat, sebanyak 90 orang petugas KPPS gugur dalam tugas. Kabar duka itu disampaikan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman.

Ada yang Bekerja Sampai Sakit Hingga Meninggal, Petugas KPPS Tak Diasuransi, Honornya Cuma Segini

Ia menyampaikan, para petugas KPPS meninggal saat menjalankan tugas ketika hari pencoblosan pada Rabu (17/4/2019), maupun saat penghitungan suara hingga Senin (22/4/2019) kemarin.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved