Larangan Kantong Plastik

Pemprov DKI Terapkan Pergub soal Larangan Kantong Plastik, PKL Bingung Jualan

Para pedagang mengaku bingung berjualan apabila tidak diperbolehkan menggunakan kantong plastik.

Pemprov DKI Terapkan Pergub soal Larangan Kantong Plastik, PKL Bingung Jualan
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Ilustrasi gorengan dalam plastik. 

MENTENG, WARTAKOTALIVE.COM -- Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menerapkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pengurangan sampah plastik, termasuk pembatasan penggunaan kantong plastik rupanya dipertanyakan kalangan Pedagang Kaki Lima (PKL).

Para pedagang mengaku bingung berjualan apabila tidak diperbolehkan menggunakan kantong plastik.

Salah satunya pedagang siomay sepeda, Indra di Jalan Sabang, Menteng, Jakarta Pusat.

Dirinya mengaku, plastik menjadi andalannya untuk mengemas siomay yang dijualnya.

"Kita hari-harian ya pakainya plastik, plastik kiloan sama kresek ini buat yang bungkus. Nah kalo ngak boleh pakai plastik gimana?," ungkapnya menunjukan kantong plastik miliknya.

Serupa, pedagang Mie Ayam Sabang, Wahyu yang satu pangkalan dengan Indra mempertanyakan hal serupa.

Walaupun diakuinya mie ayam dapat dibungkus dengan kertas nasi atau styrofoam, tetapi kuah dan kantong jinjing katanya tetap harus menggunakan plastik.

"Harus pake kantong plastik, nggak bisa kalo nggak," celotehnya.

Dirinya pun mempertanyakan sosialisasi atas peraturan tersebut.

Mengingat dirinya maupun PKL lainnya yang berada di sepanjang Jalan Sabang belum mengetahui kebijakan yang bakal dilahirkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan itu.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved