Claudio Ranieri Ucapkan Terima Kasih ke Inter Milan

Ranieri baru dua bulan membesut Edin Dzeko dkk setelah pelatih lama Francesco De Eubebio mengundurkan diri karena kegagalan di pentas Eropa.

Claudio Ranieri Ucapkan Terima Kasih ke Inter Milan
Bein Sport
Claudio Ranieri 

PELATIH AS Roma, Claudio Ranieri, berterima kasih kepada Inter Milan yang sukses menekan anak asuhnya sepanjang laga yang berkesudahan 1-1 di Giuseppe Meazza.

Ini memberikan pelajaran yang sangat berharga karena Roma mampu mengatasinya.

"Tentu saja kami datang ke sini dengan target kemenangan. Tapi melihat tekanan hebat dari Inter, kami bersyukur dengan hasil imbang 1-1. Apalagi kami juga menciptakan tiga atau empat peluang tapi mampu digagalkan Inter," kata Ranieri kepada Sky Sport Italia.

Ranieri baru dua bulan membesut Edin Dzeko dkk setelah pelatih lama Francesco De Eubebio mengundurkan diri karena kegagalan di pentas Eropa.

Ranieri secara perlahan membangkitkan konfidensi para pemain.

Secara khusus ia juga menyoroti kekuatan Inter pada paruh atau babak kedua. Dalam catatan Ranieri, Inter mengalahkan tim manapun dalam hal produktivitas gol di babak kedua.

"Itu artinya Roma harus bekerja keras menahan gempuran Inter. Setelah Radja Nainggolan digantikan Mauro Icardi di babak kedua, permainan Inter berubah. Saya minta anak-anak makin rapat. Saya menempatkan Lorenzo Pellegrini menempel Dzeko dengan konsekuensi formasi berubah jadi 4-3-3," kata Ranieri.

Pedro Rodriguez Sebut Chelsea Tetap Kalem di Laga Krusial

Ranieri melihat beberapa kali Dzeko dilanggar oleh bek Inter dari belakang.

Karena itu ia meminta Pellegrini menempelnya sehingga perhatian bek Roma terpecah.

Dengan pola ini, serangan Inter bisa sedikit dikendurkan.

Ranieri sendiri merasa tidak bisa leluasa menyusun formasi karena beberapa pemain tidak bugar.

"Kami kehilangan Kostas Manolas sewaktu latihan. Tim medis sudah wanti-wanti beberapa pemain hanya bisa bertahan 60 menit," katanya.

Dengan pengalaman melatih di La Liga dan Liga Inggris, Ranieri menjelaskan bahwa tim-tim Roma butuh kekuatan mental dan fisik untuk mengarungi Eropa.

"Pergerakan pemain di Liga Spanyol dan Inggris lebih bagus," katanya.

Baca Selengkapnya Hanya di KORAN SUPER BALL, Senin (22/4/2019)

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved