Manipulasi Transaksi Kasir, Pegawai Mini Market Alfamart di Bekasi Diringkus Polisi

Erna menjelaskan ternyata pelaku telah melakukan penggelapan uang perusahaan selama tujuh bulan

Manipulasi Transaksi Kasir, Pegawai Mini Market Alfamart di Bekasi Diringkus Polisi
is
Seorang pegawai mini market diringkus polisi dikarenakan melakukan aksi kejahatan manipulasi transaksi kasir. 

Seorang pegawai mini market diringkus polisi dikarenakan melakukan aksi kejahatan penggelapan uang hasil penjualan.

Pegawai itu bernama Arlyandi Indra Pratama (25) ditangkap polisi usai aksinya tercium pihak perusahaan PT Sumber Alfaria Trijaya yang menemukan kejanggalan pada laporan keuangannya.

"Atas laporan perusahaan sebagai korban, kami langsung pengejaran dan tangkap pelaku ini," kata Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari, kepada Wartakota, Minggu (21/4/2019).

Erna menjelaskan ternyata pelaku telah melakukan penggelapan uang perusahaan selama tujuh bulan, terhitung sejak 21 April 2018 hingga tanggal 27 November 2018.

"Jumlah uang hasil penggelapan sebesar Rp 177 juta. Hasilnya itu digunakan untuk foya-foya dan membeli sejumlah barang seperti mesin cuci maupun pakaian," ungkapnya.

VIDEO: Begini Fitting Baju Pernikahan Ajun Perwira di Wong Hang Tailor Grand Indonesia

Adapun modusnya, kata Erna, pelaku yang merupakan kasir Toko Alfamart Sultan Agung, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi, melakukan pengelapan dengan cara memanipulasi data transaksi debit fiktif BCA di link komputer kasir.

"Pelaku ini men top up ke akun pribadi tersangka seperti JDID, OVER, BUKA LAPAK, DONE WALET untuk dimasukkan ke saldo tersangka sehingga saldo tersangka selalu penuh," kata Erna.

Atas perbuatan tersangka, korban mengalami kerugian sebesar Rp 177.876.800.

VIDEO: Cerita Driver Grab Cantik, Digoda Hingga Ditembak Penumpang

Adapun barang bukti dalam kasus ini yakni satu lembar surat kuasa, empat lembar surat dokumen hasil audit internal, satu lembar surat keterangan dokumen care, satu lembar surat ketrangan kerja kontrak, dua lembar surat keterangan penghasilan, satu unit CPU, dan satu lembar surat pernyataan bersalah dari tersangka.

Pelaku disangkakan Pasal 374 KUHP tentang tindak pidana penggelapan dalam jabatan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (MAZ)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved