Dorong Transaksi Produk Derivatif, Otoritas Jasa Keuangan Siapkan Rancangan Peraturan Baru

Dorong Transaksi Produk Derivatif, Otoritas Jasa Keuangan Siapkan Rancangan Peraturan Baru.

Dorong Transaksi Produk Derivatif, Otoritas Jasa Keuangan Siapkan Rancangan Peraturan Baru
thinkstockphotos
Ilustrasi. Untuk mendorong transaksi kontrak berjangka dan opsi atas efek dan indeks efek, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menyiapkan rancangan peraturan baru. 

"RPOJK ini juga merupakan penyempurnaan dari peraturan sebelumnya yang suda ada, yakni peraturan III.E.1," kata Fakhri, Kamis (18/4/2019).

Harapan dia, BEI bersama Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dapat segera menerapkan perdagangan kontrak berjangka dan opsi atas efek atau indeks efek setelah aturan tersebut dirilis.

Menyimak Analisis Pasar Uang Mengenai Kondisi Rupiah Pada Pekan Depan

Masih sepi

Kontrak berjangka indeks dan opsi saham bukanlah barang baru di pasar modal.

Dulu, kontrak semacam ini merupakan produk utama keluaran Bursa Efek Surabaya, sebelum bergabung dengan Bursa Efek Jakarta menjadi BEI.

Di awal pembentukan BEI, kontrak berjangka dan opsi efek dan indeks masih ditawarkan, hanya saja peminatnya sepi.

Sentra Produksi Mode di Desa Bojong Rangkas, Ciampea, Kabupaten Bogor

Pada 2016, BEI sempat meluncurkan Kontrak Berjangka Indeks Efek (KBIE) LQ45 atau IDX LQ-45 Futures.

Namun, produk tersebut lagi-lagi sepi peminat.

Kali ini OJK juga menyiapkan strategi agar transaksi ramai.

"Pengaturan produknya akan dibuat lebih ringkas dan dinamis, sehingga kami harapkan dapat menarik minat investor," kata Fakhri.

Di Amerika Serikat, Indonesia Mendapatkan Transaksi Potensial Rp 370 Miliar Melalui Kopi

Halaman
123
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved