Dorong Transaksi Produk Derivatif, Otoritas Jasa Keuangan Siapkan Rancangan Peraturan Baru

Dorong Transaksi Produk Derivatif, Otoritas Jasa Keuangan Siapkan Rancangan Peraturan Baru.

Dorong Transaksi Produk Derivatif, Otoritas Jasa Keuangan Siapkan Rancangan Peraturan Baru
thinkstockphotos
Ilustrasi. Untuk mendorong transaksi kontrak berjangka dan opsi atas efek dan indeks efek, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menyiapkan rancangan peraturan baru. 

Kontrak berjangka indeks dan opsi saham bukanlah barang baru di pasar modal.

Dulu, ini merupakan produk utama keluaran Bursa Efek Surabaya, sebelum gabung dengan Bursa Efek Jakarta menjadi BEI.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Untuk mendorong transaksi kontrak berjangka dan opsi atas efek dan indeks efek, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menyiapkan rancangan peraturan baru.

Sekarang OJK tengah meminta tanggapan dari pelaku industri dan masyarakat umum untuk peraturan ini.

Sebagai informasi, produk tersebut sudah ada di pasar modal sejak lama, hanya saja masih sepi peminat.

Ingin Cari Beasiswa? Ini Ada 25.000 Beasiswa dari Kementerian Komunikasi dan Informatika

Rancangan Peraturan OJK atau RPOJK terkait Kontrak Berjangka dan Opsi atas Efek atau Indeks Efek ini ditargetkan rampung semester pertama 2019.

Deputi Pengawas Pasar Modal II OJK, Fakhri Hilmi, mengatakan, tujuan utama dari penerbitan POJK ini untuk mendukung pengembangan dan pendalaman pasar.

Khususnya melalui produk derivatif di Bursa Efek Indonesia atau BEI.

Baik dengan underlying efek yang bersifat ekuitas, maupun efek yang bersifat surat utang.

Perhatikan Ada 5 Transaksi Tidak Boleh Anda Lakukan dengan Kartu Kredit

Nantinya, produk ini akan menambah alternatif investasi sekaligus menjadi alat lindung nilai atau hedging bagi investor.

Halaman
123
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved