Berita Video

VIDEO: Warga Geruduk GOR Tanah Abang, Tuding Pleno Penghitungan Suara Tidak Netral

"Saya bersumpah enggak bisa jalan kalau bisa masuk bu! Kalau ibu bilang jam 3, saya bersumpah enggak bisa jalan! Ini mohon maaf, sudah terlalu jauh,".

Sejumlah warga mendatangi GOR Tanah Abang tempat dilaksanakannya rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Kecamatan Tanah Abang, Jumat (19/4).

Seorang wanita bersama rekan-rekannya dipertemukan oleh Ketua PPK Tanah Abang Ahmad Syahrizal untuk menyampaikan keluh kesah dugaan kecurangan. Proses mediasi tersebut disaksikan pula oleh Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Arie Ardian beserta Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono.

Wanita yang mengadu sambil merekam menggunakan ponsel pribadinya tersebut menduga sejumlah oknum secara bebas memasuki area GOR Tanah Abang yang seharusnya steril sebelum rapat pleno berlangsung. Oknum itu diduga masuk melalui pintu belakang GOR Tanah Abang.

VIDEO: Sandiaga Tidak Ikut Syukuran Kemenangan, Wasekjen BPN Bilang Begini

"Tadi siang jam setengah 3, teman kami melihat ada seseorang masuk dari situ (pintu belakang GOR) bawa-bawa plastik merah. Dari luar masuk ke dalam gedung KPU dan naik ke atas. Dari belakang naiknya," ujar wanita tersebut di lokasi.

Syarizal langsung menampik dugaan tersebut dan menyatakan bahwa semua akses pintu menuju ke ruangan rapat pleno di lantai 3, terkunci rapat.

Mendengar tuduhan tersebut, nada bicaranya pun meninggi. Bahkan ia berani bersumpah bahwa Gedung GOR Tanah Abang steril dari orang yang tak berkepentingan untuk melakukan proses rapat pleno.

"Saya bersumpah enggak bisa jalan kalau bisa masuk bu! Kalau ibu bilang jam 3, saya bersumpah enggak bisa jalan! Ini mohon maaf, sudah terlalu jauh," kata Syahrizal.

VIDEO: Begini Suasana Pemilu di Los Angeles Amerika Serikat

Sementara itu, wakapolres mencoba menengahi keduanya. Ia pun menyatakan bahwa informasi tersebut harus lah bisa dibuktikan kebenarannya.

"Maksud saya informasi itu harus jelas, siapa pemberi informasi itu. Jangan sampai salah," ujar wakapolres.

Warga meminta agar pihak PPK Tanah Abang bisa menjamin bahwa GOR Tanah Abang steril di semua akses pintu menuju ke dalam. Mereka pun meminta agar 5 pintu di sekitar GOR diberikan gembok baru yang kuncinya masing-masing dipegang oleh pihak KPU beserta pendukung Paslon 01 dan 02.

Syahrizal pun menyetujuinya dan bersedia mengeluarkan dana untuk membeli gembok beserta kunci. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved