Penjelasan Bursa Efek Indonesia soal Sepinya Pelaku Pasar Terhadap Produk Derivatif

Penjelasan Bursa Efek Indonesia soal Sepinya Pelaku Pasar Terhadap Produk Derivatif.

Penjelasan Bursa Efek Indonesia soal Sepinya Pelaku Pasar Terhadap Produk Derivatif
thinkstockphotos
Ilustrasi. Satu di antara penyebab produk derivatif pasar modal Indonesia tertinggal dibandingkan negara maju lain karena minimnya literasi. Hal itu terlihat masih sepinya minat pelaku pasar untuk melirik produk derivatif yang ada, seperti kontrak berjangka dan opsi atas efek atau indeks efek. 

Produk derivatif pasar modal Indonesia tertinggal dibandingkan negara maju lain karena minimnya literasi.

Masih sepinya minat pelaku pasar untuk melirik produk derivatif.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Satu di antara penyebab produk derivatif pasar modal Indonesia tertinggal dibandingkan negara maju lain karena minimnya literasi.

Hal itu terlihat masih sepinya minat pelaku pasar untuk melirik produk derivatif yang ada, seperti kontrak berjangka dan opsi atas efek atau indeks efek.

"Boleh diakui, kita tertinggal dibandingkan negara lain yang sudah aktif seperti Korea, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Sejak berdiri (BEI) kita hanya secondary market, sedangkan derivatif belum aktif," kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia atau BEI Inarno Djajadi, kepada Kontan, Kamis (18/4/2019).

Tanpa Minta Izin, 1,5 Juta Kontak Email Telah Dikumpulkan oleh Facebook

Inarno memgatakan, yang dibutuhkan saat ini adalah melakukan sosialisasi dan mendengarkan berbagai kebutuhan pasar modal.

Tidak lupa, untuk terus mencoba mengeluarkan berbagai produk-produk derivatif.

"Mungkin kami enggak bisa janji, untuk melakukan sesuatu kami akan berhasil. Tapi kalau pun enggak berhasil, kami akan coba dan usaha terus," katanya.

Kebijakan Pemerintah Berubah, Saat Ini Waktu Tepat untuk Beli Rumah

OJK Telah Terbitkan Pedoman Iklan Layanan Jasa Keuangan

Kepala Riset Koneksi Kapital, Alfred Nainggolan, mengatakan, pelaku pasar atau orang yang memiliki pengetahuan terhadap instrumen derivatif cenderung masih minim.

Padahal, instrumen derivatif merupakan fasilitas yang dibutuhkan investor untuk lebih eksisting di pasar modal, sekaligus sebagai instrumen pelengkap investasi.

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved