Bawaslu DKI Terima 160 Laporan Terkait Persoalan yang Terjadi TPS saat Pemungutan Suara Berlangsung

Sebanyak 160 laporan itu terdapat di 40 kecamatan. Itu artinya terjadi di 150 kelurahan dan 151 TPS.

Bawaslu DKI Terima 160 Laporan Terkait Persoalan yang Terjadi TPS saat Pemungutan Suara Berlangsung
Warta Kota/Muhammad Azzam
Ilustrasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) 

Pasca Pemilihan Umum (pemilu) Bawaslu DKI Jakarta menerima 160 laporan terkait persoalan yang terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada pelaksanaan Pemilu Serentak, beberapa waktu lalu.

Hingga saat ini, delapan laporan yang masuk terus dikumpulkan untuk kemudian dilaporakan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat.

"Sebanyak 160 laporan itu terdapat di 40 kecamatan. Itu artinya terjadi di 150 kelurahan dan 151 TPS," kata Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta, Puadi, Jumat (19/4/2019).

Adapun laporan yang didapat dari petugas yang ada di lapangan cenderung merupakan permasalahan klasik, saat pemilu berlangsung. Diantaranya surat suara yang habis, kekurangan surat suara pada tingkat DPD.

" Kita juga temukan adanya kasus orang membawa C6 milik orang lain, A5 milik orang lain," katanya.

Tidak hanya itu, ia juga mendapati laporan jika ada pengawas yang ingin mengawasi TPS tapi tidak diizinkan oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Namun ada juga beberapa TPS yang KPPS nya mengizinkan.

"Di Jakarta Selatan ada dua warga yang berasak dari daerah lain berkesempatan dijadikan pemilih khusus. Sementara mereka bukan domisili disitu," jelasnya.

Untuk itu, pihaknya kini tengah mengumpulkan data dan berkordinasi dengan pengawasan tingkat Kelurahan dan kecamatan. Nantinya, lanjut Puadi akan dilakukan pemungutan suara ulang.

"Ada beberapa yang akan digelar pemungutan suara ulang. Hasil pengawasan teman-teman TPS, kemudian koordinasi dengan pengawas Kelurahan dan kecamatan," katanya.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved