Pemilu 2019

Wiranto Himbau Masyarakat Tetap Tenang dan Tidak Melakukan Provokasi

Menko Polhukam Wiranto mengelar rapat koordinasi dengan beberapa pihak terkait pengamanan pasca pemilu 2019 yang telah usai

Wiranto Himbau Masyarakat Tetap Tenang dan Tidak Melakukan Provokasi
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Wiranto ketika memberikan keterangan terkait rapat koordinasi pengamanan pasca pemilu 2019. 

GAMBIR, WARTAKOTALIVE.COM -- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengelar rapat koordinasi dengan beberapa pihak terkait pengamanan pasca pemilu 2019 yang telah usai.

Dalam rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara dan Jaksa Agung HM Prasetyo.

Selain itu, hadir pula Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Usai mengelar rapat secara tertutup itu, Wiranto menyampaikan beberapa hal terkait pengamanan pasca pemilu.

Meskipun sebelumnya ia menyampaikan jika pemilu 2019 berjalan dengan lancar dan damai.

"Tahapan pemungutan suara dan penghitungan suara Pemuu Serentak Tahun 2019 telah berjalan aman, tertib, dan lancar serta damai. Kondisi ini tentunya tidak terlepas dari peran serta semua pemangku kepentingan, yaitu Peserta Pemilu, Pemerintah, Penyelenggara Pemilu, dan Aparat Keamanan (TNI/Polri) serta seluruh masyarakat Indonesia," kata Wiranto dalam konferensi persnya di Gedung Kemenko Polhukam, Gambir, Kamis (18/4/2019).

Oleh karena itu, Wiranto menyampaikan apresiasi dan terimakasih setinggi-tingginya kepada semua pihak, semoga kondisi ini dapat berlanjut sampai tahapan akhir pemilu serentak tahun 2019 selesai.

Apalagi partisipasi pemilih mencapai 80,90 persen telah melampaui target yang ditetapkan dalam RPJMN 2015-2019 sebesar 77,5 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa siapapun Presiden yang terpiiih akan memiliki Iegitimasi yang tinggi.

Wiranto juga menghimbau kepada masyarakat untuk menghargai ajakan para calon presiden dalam pemilu serentak tahun 2019 untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, memelihara perdamaian.

Serta melarang para pendukungnya untuk melakukan aksi-aksi provokasi yang nyata-nyata akan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat serta menghormati proses finalisasi hasil Pemilu yang sedang dilakukan oleh KPU.

"Mengingatkan kepada segenap masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan tindakan anarkis yang melanggar hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku sambil menunggu hasil resmi perhitungan suara oleh KPU," ujarnya.

Selain itu TNI dan Polri akan bertindak tegas untuk menindak dan menetralisir berbagai aksi yang nyata-nyata akan mengganggu ketertiban dan keamanan nasional serta keutuhan bangsa dan negara. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved