Pemilu 2019

Walikota Depok: Saya Saja Bingung Pilih Caleg Apalagi Emak-emak

"Tadi saya buka aja bingung saking banyaknya. Apalagi emak-emak," ucapnya.

Walikota Depok: Saya Saja Bingung Pilih Caleg Apalagi Emak-emak
Warta Kota
Wali Kota Depok Idris mencoblos 

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia menggelar Pemilihan Umum serentak, yakni memilih Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR, DPD, DPRD Tingkat Provinsi, dan DPRD Tingkat Kota/Kabupaten.

Menurut Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad, pelaksanaan Pemilu serentak sangat bagus.

Hal itu, kata Idris, dibuktikan dengan besarnya antusiasme masyarakat dalam menyambut pesta demokrasi ini.

"Secara umum bagus, antusiasme masyarakat luar biasa. Menurut saya capaian 80 persen yang ditargetkan KPU Kota Depok untuk masyarakat yang ikut Pemilu 2019 itu logis," ujar Idris usai mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 27, Kelurahan Jatimulya Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Rabu (17/4/2019).

"Pada Pilgub (Jawa Barat) kemarin memang hanya 71 persen. Kalau Pilpres seperti sekarang ini lebih kenceng," kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Meski demikian, menurutnya, perhelatan Pemilu secara serentak otomatis memunculkan berbagai kekurangan. Pemilih amat antusias memilih capres, di sisi lain kebingungan ketika dihadapkan dengan kertas suara caleg.

"Memang masih banyak yang kurang. Informasi yang saya terima, ketika anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) menyampaikan undangan Pemilu ke masyarakat, banyak yang bertanya, apalagi ibu-ibu. Katanya bagaimana ini cara nyoblosnya, katanya ada lima kertas. Artinya, di sini kan masyarakat masih awam," bilang Idris.

Bahkan, jangankan emak-emak, Idris sendiri pun merasa kewalahan akibat banyaknya kertas suara yang harus dicoblos.

"Tadi saya buka aja bingung saking banyaknya. Apalagi emak-emak," ucapnya.

Idris berharap beragam kekurangan itu dijadikan pelajaran oleh KPU Kota Depok. Sosialisasi melalui media massa memang perlu, namun sosialisasi tatap muka kepada masyarakat tak kalah pentingnya.

"Ketika lihat gambar banyak, pasti bingung mau pilih yang mana. Kalau nantinya asal-asalan (nyoblos) kan enggak bagus juga untuk sebuah pesta demokrasi," ucap Idris.

Dalam Pemilu serentak tahun ini, sebanyak 1.309.338 warga Kota Depok masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). (gps)

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved