Serangan Fajar di Serpong, Uang dan Kartu Nama Caleg Diselipkan Bareng Surat Undang Nyoblos

Menurut Ketua Bawaslu Kota Tangerang Selatan Muhammad Acep, terungkapnya peredaran politik uang itu berasal dari laporan masyarakat.

Serangan Fajar di Serpong, Uang dan Kartu Nama Caleg Diselipkan Bareng Surat Undang Nyoblos
Wartakotalive/Zaki Ari Setiawan
Ketua Bawaslu Tangerang Selatan, Muhammad Acep menunjukkan barang bukti uang dan kartu nama caleg di Kantor Bawaslu, Serpong, Rabu (17/4/2019). 

UANG dan kartu nama calon anggota legislatif (caleg) beredar bersamaan dengan formulir C6, saat pemungutan suara di Kelurahan Lengkong Wetan, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (17/4/2019) kemarin.

Menurut Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangerang Selatan Muhammad Acep, terungkapnya peredaran politik uang itu berasal dari laporan masyarakat.

"Informasi dari masyarakat, bahwa ada pembagian C6 yang diiringi dengan uang yang ada kartu namanya," ujar Acep.

Prabowo Sangat Yakin Bisa Rebut 63 Persen Suara, Ini Alasannya

Acep juga menjelaskan, serangan fajar itu diberikan ketika pemilihan akan masuk ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ketika ditelusuri, pihak Bawaslu menemukan sejumlah barang bukti berupa empat lembar uang Rp 50 ribu dan kartu nama calon anggota legislatif tingkat DPRD Kota.

Kartu nama itu menunjukkan seorang wanita bernama Nurhayati dengan nomor urut 3 yang berasal dari partai dengan lambang mercy.

Ini Dua Rekomendasi Bawaslu kepada KPU Terkait Kasus Surat Suara Tercoblos di Malaysia

"Itu diberikan bukan pakai amplop, tapi uang dan kartu nama," jelas Acep.

Kamis (18/4/2019) hari ini, Bawaslu akan memeriksa sejumlah pihak yang dianggap terlibat dalam penyebaran serangan fajar di hari pencoblosan.

Bawaslu menduga dalam peredaran uang itu ada keterlibatan oknum Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kelurahan Lengkong Wetan, Serpong.

Moeldoko Ungkap Raja Arab Saudi Banyak Bicara Saat Makan Malam Bareng Jokowi, Beda Saat di Indonesia

"Di Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017, sanksi yang bisa diberikan ketika memberikan money politic saat pencoblosan adalah tiga tahun penjara dan denda Rp 48 juta," tutur Acep.

Halaman
1234
Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved