Pemilu 2019

Quick Count Tunjukkan Prabowo Unggul di Jabar dan Banten, Indikator Politik Bilang Begini

"Iman politiknya (paslon 02) masih loyal di Jabar, misal berasumsi undecided dan swing voters masih bisa dipengaruhi tapi ternyata enggak bisa.

Quick Count Tunjukkan Prabowo Unggul di Jabar dan Banten, Indikator Politik Bilang Begini
Warta Kota/m20
Peneliti IPI, Rizki Halidah bersama timnya saat menggelar konferensi pers di Hotel Morrissey, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019). 

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia (IPI) telah mengumumkan hasil quick count dan exit poll Pilpres 2019, Rabu, (17/4/2019), di Hotel Morrissey, Jakarta Pusat.

 Dalam keterangannya bahwa, IPI memastikan bahwa paslon urut 01, Joko Widodo dan Maruf Amin unggul suara sementara 54.07%, sedangkan Prabowo-Sandi hanya meraih presentase 45.93% suara.

 
Namun begitu, paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin mengalami kekalahan di wilayah Jawa Barat (40,11%), atas paslon 02 Prabowo-Sandi (59.48%).

Menurut Associate Researcher IPI, Akhmad Khoirul Umam bahwa hasil ini memang sudah terprediksi karena secara kategori undecided dan swing voters tak berhasil mempengaruhi suara secara signifikan di Jabar.

 
"Iman politiknya (paslon 02) masih loyal di Jabar, misal berasumsi undecided dan swing voters masih bisa dipengaruhi tapi ternyata enggak bisa. Mereka tetap straight (kokoh pendirian)," ujarnya saat konferensi pers.

Meski sebenarnya kubu 01 juga sudah merangkul nyaris seluruh tokoh politik penting di Jabar seperti Arya Bima, Deddy Mulyadi, Dedi Mizwar, hingga Ridwan Kamil, namun dampaknya tetap tak signifikan.

 "Pendekatan dengan door to door dan canvasing untuk gempur pertahanan lawan tidak begitu signifikan dampaknya," jelasnya.

 Selain di Jabar, paslon 01 juga turut mengalami kekalahan di Banten yang hanya memperoleh 35.14% sedangkan paslon 02 mendapati 63.86% suara.

 “Memang berdasarkan survei pra pemilu sejak September, Oktober, bahkan terakhir sampai Maret jabar dan banten merupakan lumbung suara dari paslon nomor 02. Basis disana itu milik 02, dan iman politiknya cukup kuat disana,” tegas nya.

Ia pun berharap hasil pilpres 2019 ini di Jabar dan Banten sebaiknya dijadikan pelajaran untuk Pilpres selanjutnya, karena ternyata kepuasan terhadap pemerintah tak sejalan dengan elektabilitas di daerah itu.

 
"Ini sebuah fenomena unik karena tingginya tingkat kepuasan publik pada pemerintah yang ada tidak selalu linear dengan tingkat elektabilitas," tutur dia.(M20)

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved