Pemilu 2019

TPS di Kota Bekasi ada Bazaar, Petugas Pakai Baju Adat Sunda dan Mainkan Musik Angklung

"Kita ingin suasana Pemilu penuh suka cita dan kegembiraan. Tidak usah tegang-tegang, saling guyub antar-warga antar-tetangga."

TPS di Kota Bekasi ada Bazaar,  Petugas Pakai Baju Adat Sunda dan Mainkan Musik Angklung
Warta Kota/Muhammad Azzam
Petugas TPS menggunakan ikat kepala dan baju salontreng dipadu celana pangsi atau komprang,di TPS Perumahan Persada Kemala, Kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Rabu (17/4/2019). Rabu (17/4/2019). 

WARTA KOTA, BEKASI --- Semarak pesta demokrasi Pemilu 2019 sangat kental dirasakan warga RW 13 Perumahan Persada Kemala, Kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Rabu (17/4/2019).

Pasalnya, proses pemungutan suara di lokasi tersebut dimeriahkan berbagai kegiatan seperti bazaar dan pertunjukan musik angklung.

Ada empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) di lokasi tersebut yakni TPS 132, 133, 134, dan 135.

Keempat TPS itu berdiri berdampingan. Tak jauh dari lokasi TPS ada bazaar dengan belasan stan penjual pakaian, aksesori maupun makanan.

Sedangkan para pemain musik angklung yang terus memainkan alat musiknya mengisi sela-sela saat warga sedang menunggu giliran mencoblos.

Tak hanya bazaar dan musik angklung, para petugas KPPS juga menggunakan baju adat Sunda atau  Jawa Barat, lengkap blankon di kepalanya.

Hasil Lengkap 5 Lembaga Quick Count Pemilu 2019, Siapa Yang Unggul?

Deddi Harsono, Ketua RW 13 Persada Kemala, Kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat, mengatakan, konsep ini dilakukan agar menciptakan suasana berbeda dalam menjalankan pesta demokrasi.

"Kita ingin suasana Pemilu penuh suka cita dan kegembiraan. Tidak usah tegang-tegang, saling guyub antar-warga antar-tetangga," katanya kepada Warta Kota, Rabu (17/4/2019).

Deddi berharap, konsep TPS seperti ini dapat meningkatkan angka partisipasi warganya dalam Pemilu 2019 ini.

"Kita target 90 persen warga kami ikut partisipasi Pemilu 2019 ini. Ini menjadi pesta demokrasi warga kita, animonya luar biasa," ujarnya.

Dia menambahkan, momen lima tahun sekali ini juga menjadi momen warganya untuk saling bertemu dan bersilaturahmi.

"Siapa pun Presidennya, siapa pun pilihan calegnya yang penting kita tetap bersama, jangan sampai ada perpecahan apalagi masih dalam satu perumahan ini," katanya.

Ketua KPU Klaim Delegasi Negara Asing Apresiasi Proses Situng Pemilu 2019

Sementara itu, Andika Ratna (31), warga setempat, yang menyalurkan hak suaranya di TPS tersebut mengaku senang dengan konsep yang diusung di TPS-nya.

Andika mengatakan, alunan musik angklung tidak membuat jenuh warga yang sedang menunggu giliran mencoblos.

"Ya seru sih karena enggak seramai waktu Pemilu 2014 lalu. Ini panitiannya niat banget pakai baju adat kembaran, ada angklung juga dan bazaar," ujar Andika.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved