Rencana Impor Bawang Putih 100 Ribu Ton, Didiek Minta Bulog Fokus di Beras Saja

Didiek juga meragukan kapabilitas keuangan Bulog untuk melangsungkan agenda impor bawang itu.

Rencana Impor Bawang Putih 100 Ribu Ton, Didiek Minta Bulog Fokus di Beras Saja
Warta Kota/Joko Supriyanto
Salah satu stok bawang putih pedagang di Pasar Induk Kramatjati, 

“Jadi harus disuport (didukung) data yang tepat, masalahnya kalau Bulog kan tidak ada kewajiban menanam seperti importir swasta, nah ini masalahnya sisi swasta cukup atau tidak?,” ujarnya.

Pengamat pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas, berpendapat impor bawang putih mesti tetap dilakukan segera. Dikarenakan impor terakhir terjadi pada Desember 2018 dengan volume yang hanya di kisaran 130 ribu ton.

“Sedangkan kebutuhan bawang putih nasional tiap bulannya sekitar Rp48 ribu ton. Artinya apa? Masih cukup? Saya bilangin, kalau tidak ada impor, harga pasti melonjak nanti,” ucapnya Selasa (16/4).

Ia pun mempertanyakan klaim Kementerian Pertanian yang menyatakan masih tersedianya stok bawang putih untuk 3 bulan ke depan. Padahal pemenuhan komoditas ini hampir 100% berasal dari impor.

Impor terakhir di bulan Desember lalu pun hanya cukup untuk pemenuhan kurang dari 3 bulan atau di kisaran Maret. Memasuki April, seharusnya stok bawang putih sudah sangat minim. Ia mempertanyakan proses impor melalui RIPH yang terkesan lambang.

“Masalahnya di perencanaan. Kenapa RIPH-nya lama sekali. Mengimpor bawang putih kan juga tidak bisa langsung membalikkan telapak tangan,” kata Guru Besar IPB ini.

Sebelumnya, Kementan mengklaim sebenarnya tidak ada keurgenan terkait stok bawang putih di Indonesia. Dirjen Hortikultura Kementan, Suwandi bahkan mengatakan, stok bawang putih bisa cukup untuk tiga bulan ke depan.

Dia menambahkan pasokan bawang merah dan bawang putih selama tiga bulan ke depan sudah disiapkan 10% lebih banyak dibandingkan rata-rata jumlah kebutuhan dua komoditas tersebut perbulan.

Ia menjelaskan, kebutuhan bawang putih di Indonesia sendiri tiap bulannya mencapai 40 ribu ton. Dalam artian bahwa nusantara masih memiliki stok bawang putih di kisaran angka 120 ribu ton untuk tiga bulan ke depan.

Di kesempatan lain, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita akan memanggil para importir bawang putih untuk membuka gudang dan stoknya guna mengamankan pasokan dan harga jelang awal puasa dan Lebaran 2019.

Halaman
123
Editor: Ahmad Sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved