Sejarah Katedral Notre Dame, Saksi Bisu Peperangan Besar Dunia
Katedral Notre Dame Paris yang terbakar semalam merupakan saksi bisu peperangan besar yang melanda dunia.
Katedral Notre Dame di Paris tak hanya tempat ibadah umat Katolik.
Bangunan itu sudah menjadi warisan dunia dan menjadi saksi bisu jalannya peperangan besar yang mengguncang dunia.
Bagi warga Eropa dan Perancis khususnya, katedral itu juga merupakan karya seni arsitektur yang tak ternilai harganya.
Wajar bila rakyat Perancis amat bersedih saat bangunan bersejarah itu terbakar, meruntuhkan menara loncengnya yang ikonik dan merusak seluruh bagian atap.
Seperti dilansir AFP, Selasa (16/4/2019), pembangunan Gereja Notre-Dame dimulai pada Abad Pertengahan, tepatnya tahun 1160 pada masa kepemimpinan Uskup Maurice de Sully.
Pembangunannya memakan waktu sampai 200 tahun karena pengerjaan sejumlah detail seperti patung dan lainnya, dan baru rampung pada 1260.
• UPDATE Kebakaran Katedral Notre Dame, Menara Runtuh Tapi Salib Utama di Altar Tetap Utuh
Cobaan pertama bangunan itu datang pada saat Revolusi Prancis 1790.
Sejumlah artefak dan benda-benda di dalamnya, seperti patung, dirusak dan dihancurkan oleh massa.
Pada 1804, gereja itu digunakan untuk melantik Napoleon sebagai Kaisar Perancis.
Baru pada 1844 sampai 1864 bangunan itu dipugar oleh arsitek Eugène Viollet-le-Duc.
Penulis Victor Hugo menjadikan bangunan itu sebagai latar cerita novelnya yang terbit pada 1931, The Hunchback of Notre-Dame.
Gereja itu selamat dari Perang Dunia I dan II.
Setelah Perancis bebas dari cengkeraman Jerman pada 24 Agustus 1944, gereja itu membunyikan lonceng sebagai tanda merayakan suka cita rakyat negara itu.
Pemerintah Perancis lantas menggelar proyek pembersihan dan pemugaran gereja itu pada 1991 sampai 2000.
Pada 2013, gereja itu tepat berusia 850 tahun. Di dalam katedral tersimpan salah satu orgel terbesar di dunia dan relikui mahkota duri yang dipercaya dipakai Yesus pada saat penyaliban.
Pada 15 April gereja itu terbakar dan menghancurkan dua pertiga atap kayu serta sejumlah bagian. Diantaranya mocaik kaca berbentuk kubah dan menara setinggi 93 meter yang ikonik.
Diduga api berasal dari proyek pemugaran bangunan katedral yang sedang berlangsung.
Namun, penyelidik masih mencari penyebab pastinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/notre-dame-3.jpg)