Katedral Notre Dame Terbakar

Pastor R Frietz Tambunan Ungkap Jalannya Ibadah di Gereja Notre Dame lebih Khusyuk

Frietz merupakan salah satu pastor Indonesia, yang kerap melakukan ibadah bahkan misa di gereja yang menjadi salah satu simbol bersejarah.

Pastor R Frietz Tambunan Ungkap Jalannya Ibadah di Gereja Notre Dame lebih Khusyuk
AFP/ERIC FEFERBERG
Kerumunan orang menyaksikan momen ketika api menjilat bagian atas Gereja Notre Dame di Paris, Perancis, pada Senin (15/4/2019). 

Dr Frietz R Tambunan, salah satu pastor Indonesia, menanggapi terbakarnya Gereja Notre Dame di Paris, Perancis pada Senin (15/4/2019) waktu setempat.

Frietz merupakan salah satu pastor Indonesia, yang kerap melakukan ibadah bahkan misa di gereja yang menjadi salah satu simbol bersejarah bagi Paris tersebut.

"Saya sangat sayangkan, kenapa sampai bisa terjadi kebakaran seperti itu," kata Frietz, ketika dihubungi Warta Kota, Selasa (16/4/2019).

Menurut Frietz, kebakaran tersebut, bisa terjadi kemungkinan karena kesalahan teknis atau kesalahan manusia.

Namun, ia meyakini kebakaran itu bukan karena unsur kesengajaan.

"Harus dicari tahu terlebih dahulu penyebabnya. Apakah kesalahan teknis? Tapi saya yakin bukan unsur kesengajaan," tegasnya.

Frietz menceritakan, bahwa dirinya kerap beribadah di gereja bersejarah tersebut. Terakhir kali ia melakukan ibadah di gereja itu pada tahun 2014 silam.

"Gerejanya sangat bagus dan artistik, dengan bangunan kunonya serta nilai sejarahnya. Ibadah di sana lebih khusyuk," kata Frietz.

Apalagi, lanjut Frietz, gereja tersebut terletak berdampingan dengan Sungai Sein, membuatnya lebih indah. Sehingga membuat turis tertarik dengan bangunan gereja tersebut.

Frietz juga menyebut bahwa gereja tersebut merupakan lambang keserasian. Dimana terjadinya koneksi antara bangsa, Tuhan, dan manusia.

"Selain untuk ibadah, gereja ini juga menjadi tempat wisata. Banyak turis yang menjadikan gereja ini sebagai destinasi wisatanya. Memang bangunannya luar biasa," katanya.

Karena itu, ia berencana akan melakukan doa bersama dengan jemaatnya, yaitu Pray to Notre Dame Paris.

"Kami akan lakukan doa bersama. Kami juga akan membahas untuk menggalang dana untuk perbaikan gereja tersebut," jelasnya.

Seperti diketahui, Gereja Notre Dame, mulai dibangun tahun 1160 dan hampir rampung tahun 1260. Sebanyak 12 juta orang mengunjungi gereja yang memiliki tinggi menara 90 meter itu tiap tahunnya.

Namun, pada tanggal 15 April 2019, gereja tersebut terbakar dan rusak parah. Menara utama beserta atapnya runtuh.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved