Pemilu 2019

Jubir PSI Ajak Masyarakat Awasi Caleg yang Lakukan Praktik Politik Uang

"Politik uang dapat dihilangkan dengan partisipasi masyarakat dan organisasi untuk ikut mengawasi praktik politik uang yang diduga akan dilakukan

Jubir PSI Ajak Masyarakat Awasi Caleg yang Lakukan Praktik Politik Uang
Warta Kota/Muhammad Azzam
Juru Bicara PSI Habib Muannas 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Muhammad Azzam

BEKASI, WARTAKOTALIVE.COM -- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta masyarakat untuk mengawasi para caleg DPD, DPR, DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota yang menjadi peserta Pemilu 2019 yang akan melakukan politik uang menjelang pencoblosan pada 17 April 2019 mendatang.

"Politik uang dapat dihilangkan dengan partisipasi masyarakat dan organisasi untuk ikut mengawasi praktik politik uang yang diduga akan dilakukan para caleg menjelang pelaksanaan Pemilu 17 April mendatang,"kata Juru Bicara PSI, Habib Muannas, di Bekasi, Minggu (14/4/2019).

Habib Muannas yang juga Caleg DPR-RI Dapil Jabar VII itu menyebut praktek politik uang masih mengkhawatirkan di sejumlah Kabupaten.

"Didapil saya sendiri, politik uang masih rawan. Kita (PSI,red) tegas untuk melawan dan tidak menggunakan politik uang. Jika dibiarkan akan menghasilkan wakil rakyat yang tidak berjuang untuk rakyatnya," kata Habib Muannas.

Dengan adanya pengawasan dari masyarakat tersebut, maka tidak ada celah bagi tim sukses dari para caleg untuk melakukan politik uang dimasa tenang jelang pencoblosan 17 April mendatang.

"Saya harap masyarakat ikut aktif mengawasi jika menemukan praktik seperti itu langsung laporkan. Saya pastikan jika mendapat temuan akan mengusut hingga tuntas,"kata Mantan Pengacara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan mantan pengacara tim pembela muslim.

PSI, kata Muannas, sudah berkomitmen untuk melawan korupsi dan memberikan warna baru di parlemen. Politik uang merupakan cikal bakal wakil rakyat melakukan korupsi.

Sementara Pengamat Politik di Kabupaten Bekasi, Agung Warja mengatakan politik uang akan menjalar dan berdampak ke kebijakan publik yang tidak signifikan.

Sosok prematur dan pragmatis sebagai calon wakil rakyat. Dengan kekuatan finansial dan hasil 'bongkar celengan' digunakan sebagai alat meraup suara untuk mendapatkan kursi di parlemen.

"Jangan dibiarkan. Jika keran ini terus dibuka, maka politik pragmatis akan semakin menjalar,"tegasnya.

Agung menambahkan masyarakat yang masih mendukung dan menerima politik uang jangan diharapkan wakil rakyat menjadi solusi dari masalah sosial yang ada.

"Masyarakat Bekasi dan termasuk daerah lain harus lebih menggunakan nurani dan dasar pemahaman yang jelas secara rasional untuk mentukan hak pilih sebagai konsituen yang cerdas,"paparnya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved