Breaking News:

Pemilu 2019

TGB Sebut Jokowi Tak Pernah Salahkan Pemimpin Sebelumnya, Fadli Zon Bantah Prabowo Salahkan SBY

Setahu saya, Pak Jokowi tidak pernah punya perspektif seperti itu. Perspektif beliau jangan salahkan pemimpin sebelumnya

Warta Kota
Calon Presiden dan Wakil Presiden 01 Jokowi-Maruf dan Calon Presiden dan Wakil Presiden 02 Prabowo-Sandi saat debat Kelima di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2019). KPU menggelar debat terakhir jelang pemilihan umum pada 17 April 2019 mendatang. 

"Saya tidak menyalahkan Pak Jokowi. Ini masalah kita sebagai bangsa dan sudah berjalan belasan bahkan puluhan tahun. Tapi kita harus berani mengkoreksi diri. Kita salah arah. Kita harus contoh seperti Republik Rakyat Tiongkok yang dalam 40 tahun hilangkan kemiskinan," lanjut Prabowo.

"Kita harus contoh berani belajar dari yang hebat. Saya tidak menyalahkan Bapak, ini kesalahan kita semua. Jadi ini salah jalan. Kita harus kembali ke Pasal 33," lanjut dia.

Fadli Zon Membantah

Sementara itu Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah jika calon presiden Prabowo Subianto disebut menyerang Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat debat.

"Saya kira enggak ada (maksud menyinggung SBY). Maksudnya bukan seperti itu. Jadi tidak perlu disalahartikan. Jadi apa yang disampaikan Pak Prabowo itu bagaimana kita dari dulu sampai sekarang mempunyai garis linier dengan perintah konstitusi kita," ujar Fadli saat ditemui di lokasi debat, Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019) malam.

Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (1/2/2019).
Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (1/2/2019). (Kompas.com)

Fadli mengatakan, pernyataan Prabowo tersebut merupakan peringatan bagi seluruh pemimpin negeri agar tak menyimpang saat menjalankan perekonomian negara.

"Jangan menyimpang ekonomi kita untuk kepentingan nasional bukan untuk kepentingan orang asing, bukan kepentingan segelintir orang. Tapi kepentingan kemakmuran rakyat, itu intinya," papar Fadli.

"Saya kira itu yang mau diingatkan Pak Prabowo. Mungkin perjalanan bangsa kita ada yang menyimpang dari situ. Ada yang liberal atau terlalu kapitalistik, saya kira itu yang diingatkan," lanjut dia. (Kompas.com)

Editor: Wito Karyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved