Breaking News:

Pilpres 2019

Catatan Superblogger Indonesia Donny Verdian Saat Pemungutan Suara Pilpres 2019 di Sydney

Superblogger Indonesia Donny Verdian menulis sejumlah catatan penting saat memberikan suaranya di pemungutan suara Pilpres 2019 di Sydney, Australia.

Dokumentasi Pribadi
Superblogger Indonesia Donny Verdian 

Superblogger Indonesia, Donny Verdian (40), merasa geram dan meminta para panitia, termasuk saksi pemungutan suara Pemilihan Presiden 2019 di Sydney, Australia, harus diperiksa ulang.

Menurut Donny Verdian, panitia pemungutan suara adalah Warga Negara Indonesia (WNI), bukan mantan WNI yang sekarang menjadi Warga Negara Asing (WNA).

"Meski secara umum Pilpres dan Pileg 2019 yang diselenggarakan di Sydney kemarin berlangsung sukses, ada beberapa catatan yang patut dicermati serta ditindaklanjuti seksama," kata Donny Verdian, warga asli Klaten, Jawa Tengah, yang sekarang menetap di Sydney, ketika berbincang, Minggu (14/4/2019).

Pangdam Jaya Jamin Kondisi DKI Jakarta dan Sekitarnya di Masa Tenang, Kondusif

Hal tersebut diungkapkan Donny Verdian demi terjaganya kepercayaan warga perantau dan menjaga antusiasme warga dalam bernegara melalui pemilu.

Ia meminta audit seluruh tim kepanitiaan pemungutan suara pilpres di Sydney karena sejak Sabtu (13/4/20190 beredar obrolan melalui aplikasi WhatsApp yang curiga tentang netralitas Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) dalam bekerja.

"Jika memang benar (tidak netral), hal itu tak bisa dibenarkan," ucap Donny Verdian yang meminta perkara tersebut harus dituntaskan!

Superblogger Indonesia Donny Verdian
Superblogger Indonesia Donny Verdian (Dokumentasi Pribadi)

Jika tidak diselesaikan, Donny Verdian yang mulai ngeblog sejak 2002 itu menganggap, selamanya tetap akan menjadi rumor yang membuat hubungan antardiaspora tak harmonis.

Permintaan tersebut disampaikan Donny Verdian setelah beredar luas video yang menunjukkan dugaan tidak netralnya PPLN di Sydney saat pemungutan suara Pilpres dan Pileg dilakukan.

Menurut Donny Verdian, pihak berwenang harus mengadakan audit mendetail mulai track record masing-masing panitia, data history/log komunikasi antara panitia dan pihak luar yang terjadi dalam kurun waktu tertentu, hingga kewarganegaraan para panitia yang bertugas.

Masa Tenang Pemilu, Jokowi Umrah bersama Ibu Negara Nanti Malam

"Apakah sudah dipastikan bahwa yang bertugas adalah warga negara indonesia saja?" kata lulusan SMA Kolese de Britto, Sleman, DI Yogyakarta, tahun 1996 tersebut. 

Hasil audit, pintanya, juga harus diumumkan ke khalayak. "Bagi yang melanggar, diberi sanksi. Dan bagi yang terlanggar, dikembalikan hak-haknya," ucapnya.

Keluhan lainnya adalah, ada beberapa WNI di Sydney yang sudah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), namun mengalami kesulitan memberikan suara, dan akhirnya tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved