Akun Twitternya Fitnah Ustadz Abdul Somad (UAS) Said Didu Bilang Begini

Mereka menghack akun saya untuk memfitnah orang yang saya hormati, seorang ulama yang hatinya bersih," kata Muhammad Said Didu

Akun Twitternya Fitnah Ustadz Abdul Somad (UAS) Said Didu Bilang Begini
Warta Kota
penjelasan Said Didu mengenai akun twitternya yang diretas oleh orang tak bertanggung jawab. 

Akun twitter dengan nama @saiddidu milik Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu sempat menghebohkan penguna media sosial twitter.

Pasalnya dalam cuitan akun tersebut bertuliskan pesan menyudutkan ustad abdul somad, meski begitu Said Didu akhirnya buka suara jika akun miliknya telah diretas oleh orang tak bertanggung jawab dengan memposting cuitan di akun miliknya.

Dirinya menganggap jika cuitan itu sangat merugikan dirinya terlebih dalam postingan itu menyudutkan tokoh ulama yang selama ini Said Didu hormati.

"Di akun saya ini membikin 7 mention yang didalamnya menjelek-jelekan ustad Abdul Somad, 7 mention itu ditulis sekitar 23 jam yang lalu. Mereka menghack akun saya untuk memfitnah orang yang saya hormati, seorang ulama yang hatinya bersih," kata Muhammad Said Didu dalam konferensi persnya, Minggu (14/4/2019).

Video Fitnah Rumah Mewah Ustadz Abdul Somad (UAS) Dipersiapkan Matang, Pakai Drone Segala

Dirinya juga menyayangkan ada tokoh-tokoh yang mendukung pasangan calon nomor urut 01 yaitu Jokowi-Ma'ruf Amin yang turut meretwit cuitan yang telah diretas tersebut. Ia juga menilai jika saat ini negara telah diancam oleh kekuasan otoriter fisik dan non fisik. Orang orang yang berakal sehat akan diserang.

"Pada saat mereka mention itu yang meretweet adalah orang orang 01, termasuk tokoh-tokoh influencer 01 yang meretweet dari pada mandiin tersebut. Saya katakan seluruh umat islam ulama kita tengah di fitnah," ujarnya.

Tak hanya itu Said Didu mengkliam, akun media sosialnya itu biasa digunakan untuk membuka kebohongan publik di setiap debat capres 2019. Ia menduga, pengambilan alihan akun-akun media sosialnya bertujuan agar ia tidak bisa lagi membuka fakta-fakta tersebut. Sehingga, akhirnya akun itu digunakan untuk memfitnah orang lain

VIDEO: Spanduk dan Baliho Capres di Tanjungpriok Diturunkan Petugas

"Saya menduga ini sengaja diambil karena saya bukan anggota BPN, bukan timses, bukan relawan, bukan dari parpol. Tapi saya menggunakan akal sehat saya untuk membuka kebohongan-kebohongan publik lewat media sosial," katanya.

Selain itu dirinya mengaku tak melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang lantaran pengalaman dari beberapa orang yang mengalami peristiwa ini, tidak pernah berhasil kembali akun-akun media sosial yang telah diretas.

VIDEO: Politisi Demokrat Ngamuk Saat Debat Capres dan Minta Keluar dari Koalisi

"Saya mikirkan untuk melaporkan tapi pengalaman teman teman yang mengalami hal yang sama saat dilaporkan seluruh identitas media sosial seperti hp, email, passwordnya diminta oleh penegak hukum, sehingga kalo dilaporkan malah, kita tidak bebas lagi bermain di media sosial dan yang melaporkan tidak pernah berhasil," ucapnya.

Atas peristiwa ini dirinya mengaku akan membuat akun baru setelah akun miliknya diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

"Saya rencananya akan membuat akun baru, segera nanti akan umumkan kembali, dan teman teman yang ada di akun saya di rush saja untuk ditutup akun twitter. Kalo tidak ditutup oleh twitter saya curigai kenapa menjadi corong salah satu pihak," ucapnya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved