Demokrasi

Beredar Surat Kelurahan di Bekasi Minta Ketua RW/RT Kerahkan Massa ke GBK

Selebaran itu meminta para ketua RW 1-22 di wilayah Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur untuk menghadirkan para ketua RT serta tokoh masyarakat

Beredar Surat Kelurahan di Bekasi Minta Ketua RW/RT Kerahkan Massa ke GBK
Warta Kota/Muhammad Azzam
Selebaran seruan kepada pengurus RT dan RW di lingkungan Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi viral di media sosial. 

Selebaran seruan kepada pengurus RT dan RW dilingkungan Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi viral di media sosial.

Isi selebaran itu meminta para ketua RW 1-22 di wilayah Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur untuk menghadirkan Ketua RT serta tokoh masyarakat empat orang untuk mengikuti kegiatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat.

Selebaran itu berkop surat Pemerintah Kota Bekasi, Kecamatan Bekasi Timur, Kelurahan Aren Jaya. Tanggal surat itu ditulis pada Jumat, 12 April 2019.

Di bawahnya ada tanda tangan Lurah Arenjaya, Dedeng Abdullah yang lengkap dengan cap kelurahan tersebut.

Menanggapi selebaran tersebut, Kabag Humas Setda Kota Bekasi, Sayekti Rubiah menyebut surat tersebut ilegal.

"Ilegal itu, coba lihat nama lurahnya saja salah. Lurah Arenjaya itu perempuan, Ani Sri Kusdiani," katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (13/4/2019).

Peristiwa tersebut secara langsung disesali oleh Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), yang menilai keberadaan anak-anak di lokasi kampanye sangat tidak pantas, terlebih membahayakan bagi anak.
Peristiwa tersebut secara langsung disesali oleh Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), yang menilai keberadaan anak-anak di lokasi kampanye sangat tidak pantas, terlebih membahayakan bagi anak. (Warta Kota/Istimewa)

Sayekti menegaskan menyesalkan munculnya surat ederaran tersebut, terlebih dalam surat itu, mencatut nama Wali Kota Bekasi.

"Itu bukan intruksi dari Wali Kota seperti yang disampaikan dalam surat tersebut. Kebenaran suratnya juga dipertanyakan, nama lurahnya saja salah bukan Daenh Abdullah," jelasnya.

Sedangkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi ketika dikonfirmasi menyatakan akan mengecek informasi tersebut.

"Sedang dicek," katanya.

Selebaran seruan kepada pengurus RT dan RW di lingkungan Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi viral di media sosial.
Selebaran seruan kepada pengurus RT dan RW di lingkungan Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi viral di media sosial. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Ketua Badan Pengawas Pemilu Kota Bekasi, Tommy Suswanto mengatakan, telah mengetahui informasi dan menerima laporan pengerahan massa untuk mengikuti kegiatan di GBK yang beredar melalui pesan berantai itu.

"Kita sudah terima laporan dugaan pengerahan massa, sedang cek dan ditelusuri kebenarannya," papar Tommy.

Peristiwa tersebut secara langsung disesali oleh Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), yang menilai keberadaan anak-anak di lokasi kampanye sangat tidak pantas, terlebih membahayakan bagi anak.
Peristiwa tersebut secara langsung disesali oleh Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), yang menilai keberadaan anak-anak di lokasi kampanye sangat tidak pantas, terlebih membahayakan bagi anak. (Warta Kota/Istimewa)
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved