Pengaturan Skor

Satgas Antimafia Bola Serahkan Joko Driyono ke Kejagung Siang Ini

Dalam kasus ini terdapat empat tersangka dimana salah satunya adalah eks PLT Ketua Umum PSSI Joko Driyono alias Jokdri.

Satgas Antimafia Bola Serahkan Joko Driyono ke Kejagung Siang Ini
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Joko Driyono alias Jokdri 

SEMANGGI, WARTAKOTALIVE.COM -- Penyidik Satgas Antimafia Bola akan melakukan pellimpahan tahap kedua atau menyerahkan tersangka dan barang bukti dalam kasus perusakan dan pencurian barang bukti terkait pengaturan skor bola ke Kejaksaan Agung (Kejagung), Jumat (12/4/2019) siang ini.

Dalam kasus ini terdapat empat tersangka dimana salah satunya adalah eks PLT Ketua Umum PSSI Joko Driyono alias Jokdri.

Jokdri merupakan otak kasus pencurian dan perusakan barang bukti ini. Ia menyuruh tiga anak buahnya dimana salah satunya adalah sopir pribadinya untuk mencuri dan merusak barang bukti di Kantor Komdis PSSI di Apartemen Rasuna, yang sudah disegel satgas.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pelimpahan tahap dua dilakukan setelah berkas perkara yang diserahkan pihaknya sudah dinyatakan lengkap oleh pihak Kejagung, pekan lalu.

"Jadi selanjutnya adalah pelimpahan tahap dua, dengan menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejagung. Siang ini setelah sholat Jumat akan kami lakukan pelimpahan tahap duanya," kata Argo.

Argo menjelaskan bahwa pelimpahan tahap dua yang melibatkan Jokdri ini baru terkait pencurian dan perusakan barang bukti untuk mengaburkan penyidikan kasus pengaturan skor yang didalami Satgas Antimafia Bola.

"Untuk pendalaman apakah JD terkait langsung dalan pengaturan skornya, belum kita lakukan. Kita fokuskan kasus pencurian dan perusakannya dulu," kata Argo.

Dalam kasus ini katanya, Jokdri dijerat tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan/atau memasuki dengan cara membongkar, merusak atau menghancurkan barang bukti yang telah terpasang garis polisi oleh penguasa umum, sebagaimana dalam Pasal 363 KUHP dan/atau pasal 265 KUHP dan/atau pasal 233 KUHP.

"Dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara," kata Argo. Joko Driyono sendiri kini ditahan di Rutan Mapolda Metro Jaya.

Ia dianggap mengotaki perusakan dan pencurian barang bukti di Kantor Komdis PSSI di Apartemen Rasuna dengan menyuruh tiga orang anak buahnya dimana salah satunya adalah sopir pribadinya.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved