Breaking News:

Ini Penyebab 1.403 Pasutri Kota Bekasi Bercerai pada Januari-Maret 2019, Bukan karena Pilpres

KURANG perhatian menjadi salah satu faktor pasangan suami istri (pasutri) di Kota Bekasi mendaftarkan perkara perceraian ke Pengadilan Agama.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
dream
Ilustrasi 

Cerai gugat adalah gugatan yang diajukan oleh istri terhadap suami, atau istri yang meminta cerai.

Sedangkan cerai talak adalah permohonan yang diajukan suami ke pengadilan agama, untuk memperoleh izin menjatuhkan talak kepada istri.

Sebut Prabowo Bukan Pemarah, Fadli Zon: Yang Marah-marah Itu Jokowi, Sampai Suaranya Melengking

"Kebanyakan istri yang meminta cerai. Dari total 1.403, ada sebanyak 1.030 perkara cerai gugat yang masuk, sedangkan untuk cerai talaknya 373 perkara," paparnya.

Sebelumnya, sebanyak 1.403 pasangan suami istri di Kota Bekasi mengajukan perceraian.

Hal itu diungkapkan Humas Pengadilan Agama Kelas 1A Bekasi Ummi Azma, Rabu (10/4/2019).

Fadli Zon Bandingkan Gebrak Podium Prabowo dengan Aksi Banting Sepatu Bekas PM Uni Soviet yang Hoaks

Ummi Azma menyebut angka tersebut berdasarkan catatan Pengadilan Agama Bekasi periode Januari hingga Maret 2019 atau selama tiga bulan.

Dari angka itu, kata Ummi, didominasi perkara cerai gugat dibandingkan cerai talak.

Dikutip Wartakotalive.com dari theasianparent.com, berikut ini tujuh hal yang sering menjadi penyebab perceraian, namun acapkali luput dari perhatian:

1. Menikah di usia remaja atau di atas 32 tahun

Penelitian menyebut, mereka yang menikah saat remaja (di bawah usia 20 tahun) atau di pertengahan usia 30-an, memiliki risiko tinggi untuk bercerai, dibandingkan mereka yang menikah di usia 20-an akhir atau awal 30-an.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved