Berita Pemprov DKI Jakarta

Soal Genangan, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Tak Setuju Anies Salahkan Kontraktor LRT

Justru menurut Gembong, hal tersebut terjadi karena Anies sangat lamban dalam memprediksi potensi banjir, sehingga genangan muncul.

Soal Genangan, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Tak Setuju Anies Salahkan Kontraktor LRT
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Ketua Fraksi PDI-P DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (13/11/2018). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Anggie Lianda Putri

GAMBIR, WARTAKOTALIVE.COM -- Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono tak setuju dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyalahkan kontraktor Kereta Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek yakni Adhi Karya sebagai penyebab genangan di beberapa titik Ibu Kota.

Justru menurut Gembong, hal tersebut terjadi karena Anies sangat lamban dalam memprediksi potensi banjir, sehingga genangan muncul.

Bahkan ia mengatakan Pemerintah Daerah (Pemda) gagal mencegah genangan dan banjir di Ibu Kota.

"Ini akibat kegagalan Pemda, maka dia (Anies) teriak kepada orang lain (Adhi Karya). Jadi itu melempar tanggung jawab," ujar Gembong saat dihubungi, Rabu (10/4/2019).

Sebelumnya diketahui Anies melakukan sidak di beberapa lokasi yakni Jalan Letjen MT Haryono dan DI Panjaitan.

Ia mengatakan bila proyek pembangunan jalur LRT Jabodebek tidak memperhatikan saluran air.

Pasalnya tiang - tiang beton yang dibangun sebagai penyangga jalur banyak didirkan diatas saluran air.

"Ditemukan bahwa saluran - suluran air kita tertutup oleh pilar - pilar pembangunan LRT. Nah pihak kontraktor tidak menyiapkan pompa yang cukup untuk mengalirkan air dari tempat yang terhalang. Jadi ada saluran yang terpotong potong oleh pilar," ungkap Anies, Kamis (4/4/2019) lalu.

Pihak kontraktor kata Anies mengaklaim telah melakukan antisipasi banjir di kawasan ini dengan menyediakan pompa mobile.

Namun menurut Anies, pompa itu jelas tak maksimal untuk menyedot air dalam volume yang besar.

Selain itu juga Anies menduga penangan banjir di kawasan ini pasti terlambat dilakukan pihak kontraktor.

Sebab pompa - pompa mobile itu baru didatangkan saat sudah terkadi genangan, sehingga imbasnya kawasan ini tergenang cukup lama

"Harusnya mereka (kontraktor proyek LRT) menyiapkan pompa. Menurut mereka sudah dipasang pompa, pompa mobile, pompa mobile itu kita sudah tahu pasti banjir baru dikirim pompa, kalau pompanya permanen pasti tidak begitu (banjir / genangan). Soalnya kalau ada aliran, pasti genangan airnya langsung bergerak," ungkap Anies. (M16)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved