Pemerintah Komitmen Indonesia Bebas Sinyal Pada 2020

Tetapi sekarang kondisi seperti itu sudah berlalu seiring kehadiran internet dan berbagai infrastruktur telekomunikasi BTS (Base Transceiver Station)

Pemerintah Komitmen Indonesia Bebas Sinyal Pada 2020
warta kota/nur ichsan
Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB’9) bertajuk, Menuju Indonesia Merdeka Sinyal, di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2019). 

WARTA KOTA, GAMBIR  ------- Istilah susah sinyal yang mirip sebuah judul film kerap menjadi kelakar warga NTT yang merupakan  sindiran halus terhadap sulitnya berkomunikasi di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) karena sulit mendapatkan sinyal yang baik.

Tetapi sekarang kondisi seperti itu sudah berlalu seiring kehadiran internet dan berbagai infrastruktur telekomunikasi BTS (Base Transceiver Station) di wilayah itu.

Hal ini mengemuka dalam diskusi yang digelar oleh Forum Merdeka Barat 9 yang disampaikan oleh Aba Maulata, selaku Kepala Dinas Kominfo Provinsi NTT yang hadir sebagai nara sumber pada Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB’9) bertajuk, Menuju Indonesia Merdeka Sinyal, di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2019).

Walaupun hal tersebut belum merata hingga ke seluruh pedesaan di NTT, setidaknya kehadirannya infrastruktur canggih tersebut telah memberi banyak kemudahan informasi pada masyarakat di berbagai bidang kehidupan seperti pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya.

“Kami masyarakat NTT sangat bangga karena kini sudah bisa berkomunikasi dengan mudah dengan sanak keluarga yang tinggal di berbagai wilayah lain di Indonesia", kata Aba Maulata.

Menyoal belum meratanya sinyal di sejumlah wilayah di Indonesia dibenarkan oleh Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Anang Latif.

“Karena itulah kini istilah Merdeka Sinyal lahir, dan Kominfo berkomitmen di Indonesia akan Merdeka Sinyal di tahun 2020”, ujar Anang.

Dirut BAKTI ini mengatakan, dengan adanya konektivitas internet akan menimbulkan banyak dampak baik itu positif maupun negatif, diantaranya mendorong tumbuhnya perekonomian di desa desa.

“Ini sudah menjadi komitmen pemerintah, karena ke depan bukan lagi 2G tapi langsung 4G yang langsung terkoneksi dengan internet, hingga ke pelosok pedesaan sehingga orang dapat dengan mudah menjual hasil usaha dan pertaniannya secara online”, ucap Anang.

Karenanya semua itu akan membawa harapan baru bagi semua orang, walaupun tinggal di daerah terpencil. “Dengan ini masyarakat yang tinggal di ujung wilayah sekalipun tetap bisa merasakan bagian dari NKRI, dari sinilah muncul program Palapa Ring”, tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Nur Ichsan
Editor: M Nur Ichsan Arief
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved