Ojek Online

Ojol di Kota Bekasi Minta Shelter dan Ambulans, Ini Jawaban Wali Kota Rahmat Effendi

Ribuan ojek online (ojol) yang tergabung dalam Koordinator Wilayah Bekasi meminta kepada Pemerintah Kota Bekasi agar dibuatkan shelter hingga ambulans

Ojol di Kota Bekasi Minta Shelter dan Ambulans, Ini Jawaban Wali Kota Rahmat Effendi
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah Ojek Online menunggu penumpang di Kawasan Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2019). 

Dalam kesempatan itu, Rahmat berpesan agar pengemudi ojek online yang belum memiliki Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS NIK) untuk membuatnya.

Menurut dia, layanan kesehatan yang dibuat pemerintah daerah ini gratis khusus warga Kota Bekasi.

"Mereka sudah bayar pajak, jadi kita kembalikan dalam bentuk pelayanan berupa pendidikan, infrastruktur maupun kesehatan," ungkapnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana menambahkan sebetulnya pemerintah daerah telah membuatkan empat lay bay sebagai titik jemput para pengemudi angkutan umum maupun ojek online.

Empat lay bay itu di antaranya di Stasiun Bekasi, Stasiun Kranji, Metropolitan Mal dan Mega Bekasi City

Menurut dia, keempat titik itu dibangun lay bay karena mempertimbangkan tingginya pergerakan masyarakat menggunakan transportasi umum.

"Posisi lay bay berada menjorok ke dalam dari jalan protokol sehingga tidak menghalangi pengendara lain yang ingin melintas," katanya.

Karena itu, kata dia, dia meminta kerjasama kepada para ojek online untuk tertib berkendara. Jangan sampai mereka berhenti atau mangkal di pinggir jalan, padahal pemerintah telah menyiapkan lokasi titik penjemputan.

"Kalau rekan-rekan ojol mau tertib, saya yakin arus kendaraan juga tidak tersendat," ungkap Yayan. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved