Kronologi Kapal Patroli Indonesia Diteror Speedboat dan Helikopter Malaysia Saat Ciduk Pencuri Ikan

KAPAL patroli dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendapat teror dari kapal dan helikopter Malaysia.

Kronologi Kapal Patroli Indonesia Diteror Speedboat dan Helikopter Malaysia Saat Ciduk Pencuri Ikan
Direktorat Jenderal PSDKP KKP
Kapal berbendera Malaysia ditangkap oleh kapal patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan, Selasa (9/4/2019). 

- Kedua kapal tangkapan selanjutnya dibawa menuju Pangkalan PSDKP Batam.

- Dalam proses membawa kedua kapal tangkapan tersebut, pukul 18.20 WIB pada posisi 03o 22. 705’ N–100o 23.700’ E atau 10 NM dari batas ZEE Indonesia, hadir helikopter Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) yang terbang rendah mengitari KP Hiu Macan Tutul 02.

- Melalui komunikasi radio channel 16, mereka meminta KP Hiu Macan Tutul 02 agar kedua kapal ikan yang ditangkap berbendera Malaysia, dilepaskan.

Fadli Zon Bandingkan Gebrak Podium Prabowo dengan Aksi Banting Sepatu Bekas PM Uni Soviet yang Hoaks

- KP Hiu Macan Tutul 02 menolak melepaskan kedua kapal tangkapan tersebut. Setelah dilakukan penolakan, sebelum meninggalkan lokasi, helikopter APMM berputar-putar mengitari KP.

Hasil pemeriksaan menunjukan KM PKFA 8888 berbendera Malaysia dengan bobot 61.70 GT, menggunakan alat tangkap trawl yang diawaki lima orang berkewarganegaraan Myanmar.

Sedangkan KM PKFA 7878 tanpa bendera dengan bobot 67.63 GT, menggunakan alat tangkap trawl yang diawaki oleh empat orang berkewarganegaraan Myanmar.

Iwan Fals Risih Media Massa Pakai Istilah Ini dalam Pemberitaan Kasus Korupsi

Kedua kapal tersebut didapati tidak memiliki izin dari Pemerintah Indonesia, dan menggunakan alat tangkap yang dilarang.

Selanjutnya, kedua kapal dibawa ke Stasiun PSDKP Batam untuk dilakukan proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.

Perbuatan yang dilakukan oleh kapal dan helikopter milik Pemerintah Malaysia yang memasuki wilayah Negara Republik Indonesia, menurut Agus Suherman, dapat dikategorikan sebagai salah satu bentuk pelanggaran kedaulatan dan obstruction of justice (merintangi proses hukum).

Ikut Kampanye Prabowo di Solo, Titiek Soeharto: Piye Kabare, Penak Zaman Bapakku Toh?

Sebab, kapal dan helikopter Malaysia itu menghalangi KP Hiu 08 dan KP Hiu Macan Tutul 02 yang sedang melaksanakan tugas dan kewenangannya berdasarkan Pasal 73 UNCLOS dan Pasal 66C Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 jo Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved