Kota Jakarta
Ini Alasan Empat Startup Berbasis Cloud di Indonesia Resmi Bergabung Jadi Satu
Empat Startup Indonesia Resmi Bergabung untuk Kembangkan UMKM. Keempatnya adalah Talenta, Sleekr, Jurnal dan Klikpajak.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
Empat Startup Indonesia Resmi Bergabung untuk Kembangkan UMKM. Keempatnya adalah Talenta, Sleekr, Jurnal dan Klikpajak.
EMPAT Startup atau perusahaan rintisan penyedia platform bisnis, berbasis cloud di Indonesia, menyatakan diri resmi bergabung menjadi satu perusahaan atau berkonsolidasi.
Keempat startup financial technology (fintech) yang bergabung itu adalah Talenta, Sleekr, Jurnal dan Klikpajak.
Mereka melebur menjadi satu perusahaan bernama Mekari.
Chief Executive Officer Mekari Suwandi Soh, menjelaskan, sinergi ini merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan visi keempat startup yang kini menjadi visi Mekari, yakni untuk menjadi platform yang berkontribusi dalam mendukung perkembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UKM) di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital, dalam pengelolaan SDM dan finansial.
Apalagi, kata Suwandi, berdasar data Kementerian Kominfo, dari 59,2 juta UMKM di Indonesia baru sekitar 6,5 juta UMKM saja atau sekitar 10 persen, yang sudah benar-benar memanfaatkan teknologi digital dalam pengembangan usaha mereka.
• Pasangan Capres yang Menang Telak di Pemilihan Luar Negeri, Begini Penjelasan KPU
• Video Viral, Kapal Maritim Malaysia Kejar Kapal Indonesia Ngotot Soal Wilayah Nggak Tahunya
• Bandingkan Jumlah Peserta Kampanye Jokowi dan Prabowo di Sriwedari Solo Dari Foto-foto Drone Ini
"Karenanya kami bergabung dan hadir untuk memberikan solusi yang lengkap dan solid bagi UMKM, sekaligus mendukung visi UMKM go digital di Indonesia,” kata Suwandi dalam siaran pers yang diterima Warta Kota, Kamis (11/4/2019).
Konsolidasi ini, katanya, diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi adopsi teknologi untuk meningkatkan produktivitas bisnis UMKM di Indonesia.
"Konsolidasi ini juga merupakan bentuk dukungan dari pihak swasta terhadap upaya pemerintah Indonesia dalam mempercepat targetnya untuk mendigitalisasi delapan juta UMKM pada akhir tahun 2019 ini," kata Suwandi.
Ia menjelaskan bahwa pihaknha melihat sektor UKM di Indonesia saat ini membutuhkan banyak solusi modern untuk meningkatkan efisiensi proses bisnis perusahaan.
"Mekari, melalui penggabungan ini, hadir untuk memberikan solusi itu," katanya.
Berbasis cloud
Sementara itu Chief Product Officer Mekari, Daniel Witono, mengatakan, dengan bergabungnya empat pelaku startup yang sudah lama berkiprah di industri bisnis SaaS (Software as a Service) di Indonesia, maka produk-produk yang dikembangkan Mekari sebelumnya adalah produk yang sudah menjadi pilihan bagi puluhan ribu perusahaan dan sebagian UMKM di Indonesia.
Mereka adalah perusahaan bisnis yang membutuhkan solusi pengelolaan SDM dan finansial berbasis cloud, dengan mayoritas penggunanya berasal dari sektor UKM.
"Sebagai bagian dari perusahaan yang mengusung konsolidasi ini, kami percaya dengan bergabungnya para pemain yang sudah berpengalaman di industri SaaS di Indonesia dapat meningkatkan kapasitas kami menjadi lebih besar," katanya.
Sehingga kata dia dapat memfasilitasi permintaan dari banyaknya kebutuhan UMKM Indonesia yang belum memanfaatkan teknologi dalam pengoperasian bisnisnya,.
Pemanfaatan teknologi kata Daniel pada praktiknya dapat diimplementasikan di berbagai area dari sebuah bisnis, mulai dari pemasaran digital, optimasi proses bisnis, pengembangan produk, dan pengelolaan SDM.
"Namun, pemanfaatan teknologi oleh pelaku UKM di Indonesia saat ini masih terbatas pada aktivitas pemasaran, seperti penggunaan media sosial maupun website," kata dia.
Maka melalui konsolidasi ini, katanya Mekari akan memiliki kapasitas yang lebih, untuk membantu memberikan solusi teknologi kepada UKM di bidang pengelolaan sumber daya manusia dan finansial.
"Adopsi teknologi di area tersebut akan mengoptimalkan proses bisnis sehingga biaya lebih efisien serta produktivitas karyawan maupun bisnis meningkat," katanya.
UMKM Indonesia sendiri kata Daniel merupakan sektor yang memilki dampak besar bagi perekonomian negara.
"Faktanya, kontribusi UMKM terhadap ekonomi Indonesia mencapai 64 persen atau sekitar Rp 850 triliun setiap tahunnya pada Produk Domestik Bruto. Hal ini mengacu pada data dari Badan Pusat Statistik tahun 2017," paparnya.
Namun, mengacu pada studi yang dilakukan Deloitte, menyebutkan bahwa dari 56,5 juta unit usaha di Indonesia, hanya sekitar 9 persen UMKM yang sudah mengadopsi teknologi digital dalam pengoperasian bisnisnya secara keseluruhan.
"Padahal, berdasarkan temuan dari konsultan manajemen perusahaan global, Deloitte dan McKinsey, UKM yang memanfaatkan teknologi digital dapat memicu perkembangan bisnis dua kali lebih cepat hingga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahunan negara sebesar 2 persen," katanya.
Hal ini tambah Daniel semakin membuktikan bahwa adopsi teknologi bagi UKM menjadi aspek krusial yang harus diperhatikan.
"Dengan urgensi tersebut, Mekari menginisiasi Mekari Conference, sebuah kegiatan yang akan dihadiri oleh lebih dari 2000 pebisnis di bidang UKM pada 25 April 2019 mendatang di The Kasablanka, Mall Kota Kasablanka, Jakarta," katanya.
Acara ini diharapkan menjadi wadah bagi UMKM Indonesia untuk mempersiapkan dan mengembangkan bisnisnya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital di dalam pengoperasian bisnis mereka.
Acara akan mengangkat tema Powering Indonesian SMEs with Technology, Mekari Conference dan akan menghadirkan lebih dari 20 CEO dan founders dari beragam bisnis UKM, startup, hingga perusahaan besar di Indonesia.
Acara akan terbagi menjadi 3 stage utama yaitu Growth & Innovation Stage, People Stage, serta Finance Stage.
Suwandi menambahkan Mekari Conference menargetkan untuk memberikan gagasan baru bagi penggiat bisnis UKM di Indonesia untuk dapat bertransformasi dan memajukan bisnisnya melalui pemanfaatan teknologi digital.
"Kami percaya bahwa perkembangan teknologi yang sangat pesat ini telah mengubah landscape industri secara signifikan yang berdampak pada operasi bisnis perusahaan besar maupun UKM, untuk itu kami berupaya untuk mendorong UKM Indonesia untuk turut bertransformasi di era digital ini salah satunya dengan melalui Mekari Conference,” kata Suwandi Soh. (bum)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/startup-umkm.jpg)