Pemilu 2019

Banwaslu Berkaca pada Pengalaman, Tangsel Masih Rawan Politik Uang

Kota Tangerang Selatan ternyata belum dapat lepas dari praktik politik uang yang marak saat perhelatan Pemilihan Umum.

Banwaslu Berkaca pada Pengalaman, Tangsel Masih Rawan Politik Uang
Wartakotalive.com/Zaki Ari Setiawan
Ketua Banwaslu Tangsel Muhammad Acep (kanan) di Cilenggang, Serpong, Kamis (11/4/2019). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Zaki Ari Setiawan

TANGERANG, WARTAKOTALIVE.COM - Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ternyata belum dapat lepas dari praktik politik uang yang marak saat perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu).

Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu) Tangsel menjelaskan, pergerakan politik uang sudah terjadi sejak pemilihan presiden dan pemilihan kepala daerah periode sebelum-sebelumnya.

"Itu berdasarkan pengalaman kita di Kota Tangerang Selatan memang pergerakan money politic masih cukup besar," ujar Ketua Banwaslu Tangsel, Muhammad Acep di Cilenggang, Serpong, Kamis (11/4/2019).

Berkaca pada politik uang dalam pemilihan umum di Tangsel, biasanya uang tersebut sudah ditaruh di dalam amplop.

"Kalau bicara pengalaman, nominal 50 ribu dan 100 ribu," jelas Acep.

Banwaslu Tangsel pun sudah melakukan pemetaan tempat-tempat yang dianggap rawan dengan pergerakkan politik uang.

Acep mengatakan, caleg atau tim sukses yang akan melancarkan politik uang sudah memiliki perhitungan untuk meraup suara.

"Dia sudah berhitung, kalau menyebar 10.000 amplop, 5.000 amplop pasti pemilih akan nyoblos dia, 50 persennya," jelas Acep.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved