Pilpres 2019

Jokowi: Logika Politik Bisa Saja Tak Masuk, tapi Siapa Bisa Menentang Kehendak Allah SWT?

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan dirinya bukan berasal dari kalangan orang kaya, dan hanya lahir di sebuah kampung.

Jokowi: Logika Politik Bisa Saja Tak Masuk, tapi Siapa Bisa Menentang Kehendak Allah SWT?
Warta Kota/Alex Suban
Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyapa pendukungnya saat berkampanye di Lapangan Sitarda Lasiana, Kota Kupang, NTT, Senin (8/4/2019). 

"Baru jadi Gubenur kurang lebih tiga tahun diangkat lagi jadi Presiden," ucap Jokowi yang disambut tepuk tangan para pendukungnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan percakapannya dengan Presiden Joko Widodo soal pendidikan.

Berdasarkan Laporan Intelijen, Dana Kampanye Sudah Ditarik Tunai Tiga Tahun Sebelum Pemilu

Awalnya, ia menanyakan mengapa Jokowi begitu ngotot terkait program pendidikan.

Ia menceritakan hal tersebut pada acara Silaturahmi Iriana Joko Widodo dengan Srikandi Nusantara Bersatu di Hotel Discovery Ancol, Jakarta Utara, Minggu (7/4/2019).

"Saya tanya ke Pak Presiden, 'Bapak kenapa, ngotot betul masalah pendidikan?' Dia bilang, 'Pak Luhut, keluarga saya itu datang dari keluarga sederhana, sangat sederhana.' Begitu ngomongnya," ungkap Luhut Binsar Panjaitan mengawali ceritanya.

Honor Pelipat Suara di Bekasi Belum Dibayar, Satu Lembar Harganya Tak Sampai 100 Perak

Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, saat itu Jokowi melanjutkan ucapannya dengan mengatakan kepadanya bahwa ayahnya adalah seorang sopir dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.

Karena kedua profesi kedua orang tuanya itulah, beber Luhut Binsar Panjaitan, Jokowi pernah ragu meneruskan pendidikan ke tingkat universitas.

"Dulu kan ayah saya sopir. Ibu saya ibu rumah tangga, saya pernah ragu, Pak Luhut. Saya bisa atau tidak nanti masuk universitas. Alhamdulillah saya bisa masuk ke UGM," papar Luhut Binsar Panjaitan menirukan ucapan Jokowi.

Prabowo Mengaku Ikut Sarankan Soeharto Mundur pada Mei 1998 Silam, Katanya karena Loyal dan Cinta

Jokowi pun mengatakan kepadanya bahwa ia tidak ingin anak-anak di Indonesia merasakan keraguan yang sama dengannya, yakni ragu melanjutkan ke tingkat pendidikan tinggi karena tidak punya biaya.

"Saya tidak mau keraguan itu dirasakan sama anak-anak Indonesia, karena saya tahu bagaimana miskin. Orang tidak usah bicara sama saya soal kemiskinan," beber Luhut Binsar Panjaitan, masih menirukan ucapan Jokowi.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved