Breaking News:

Pilpres 2019

Fadli Zon Sebut Gaya Orasi Prabowo yang Gebrak Podium Selevel Bung Karno

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu, apa yang dilakukan Prabowo Subianto tersebut spontan.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota
kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/4/2019). 

Setelahnya, Prabowo Subianto yang masih didampingi Amien Rais tampak mencairkan suasana.

Keduanya berjoget bersama di atas panggung. Para pendukung lalu melanjutkan dengan menyanyikan yel-yel untuk Prabowo Subianto.

Bisa Pengaruhi Psikologis Pemilih

Sementara, peneliti politik senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Indria Semego menyatakan, apa yang terjadi di kampanye Pemilu 2019 bisa mempengaruhi psikologis pemilih.

Ia menyebut adanya capres yang menggebrak meja dan ada yang menaikkan narasi ‘people power’, bisa mengganggu euforia pesta demokrasi yang dirasakan masyarakat.

“Kemarin kita lihat ada capres yang menggebrak-gebrak meja. Memang itu emosi sesaat, tapi penafsiran publik bermacam-macam, apalagi ada media sosial yang menyebarkannya,” ulasnya dalam diskusi 'Prediksi Dinamika Pemilu Serentak 2019 dalam Perspektif Sosial Politik dan Keamanan', di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (9/4/2019).

Honor Pelipat Suara di Bekasi Belum Dibayar, Satu Lembar Harganya Tak Sampai 100 Perak

Indria Samego juga menyinggung pernyataan mantan Ketua MPR Amien Rais mengenai ‘people power’.

Apalagi, menurutnya ada narasi perang total yang dilontarkan Amien Rais terkait hal tersebut.

“Saya lihat hal tersebut bisa menimbulkan perasaan ketidakpastian keamanan di masyarakat, saya harap demokrasi kita terus naik kelas,” ucapnya.

Prabowo Mengaku Ikut Sarankan Soeharto Mundur pada Mei 1998 Silam, Katanya karena Loyal dan Cinta

Narasumber lainnya, Stanislaus Riyanta mengatakan, masyarakat tak perlu cemas dengan narasi-narasi politik tersebut, karena akan ada aparat yang mengamankan jalannya Pemilu.

“Kekuatan TNI, Polri, dan BIN cukup untuk mengamankan Pemilu. Yang penting cegah golput untuk tingkatkan partisipasi serta perlu adanya ketegasan penyelenggara Pemilu dalam menjalankan aturan,” bebernya. (Taufik Ismail/Rizal Bomantama)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved