Breaking News:

Berita Video

VIDEO: Caleg DPRD DKI Dari PAN Divonis Bersalah oleh Hakim, Minta Maaf Cederai Demokrasi

“Terdakwa divonis enam bulan masa percobaan dan denda Rp 10 juta,” kata Chrisfajar saat membacakan putusan.

- Calon Legislatif DPRD Wilayah 2 Jakarta Utara asal Partai Amanat Nasional (PAN) Nurhasanudin mengatakan menerima vonis yang diberikan Majelis Hakim dan meminta maaf kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya pasca sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Senin (8/4/2019).

"Saya menerima dengan ikhlas putusan tersebut dan meminta maaf jika apa yang saya lakukan menciderai demokrasi di negara ini," kata Nurhasanudin.

Putusan itu dibacakan Ketua Majelis Hakim Chrisfajar Sosiawan saat sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (8/4/2019) sore.

Keduanya mendapat hukuman tiga bulan penjara dan denda Rp 10 juta, dengan masa percobaan selama enam bulan.

“Terdakwa divonis enam bulan masa percobaan dan denda Rp 10 juta,” kata Chrisfajar saat membacakan putusan.

VIDEO: Berkas Kasus Joko Driyono Dinyatakan Lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan

Namun demikian, kedua terdakwa tidak menjalani hukuman tiga bulan penjara sesuai dengan tuntutan JPU dengan adanya beberapa pertimbangan yang dianggap kooperstif selama mengikuti jalannya proses hukum.

“Pertama terdakwa mengakui kesalahan, kedua tidak pernah terlibat kasus hukum sebelumnya, ketiga masih muda dan punya potensi menjadi orang yang berguna untuk bangsa dan negara,” jelas Chrisfajar.

Menurut Majelis Hakim, Nurhasanudin bersama Syaiful Bachri terbukti melakukan kegiatan kampanye di Musala Qurotul' Ain RT 009/RW 003 Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

VIDEO: Ojol dan Sopir Angkot yang Merokok Sambil Berkendara Dihentikan Polisi di Jatinegara

Kedua terdakwa terbukti melanggar UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu Pasal 280 ayat (1) huruf H yang berbunyi, ‘pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang: menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan’.

Ketua Gakkumdu Bawaslu Jakarta Utara, Benny Sabdo menghormati putusan pengadilan tersebut. Namun demikian Jaksa Penuntut Umum menyatakan masih pikir-pikir sehingga ada peluang untuk melakukan upaya banding.

“Majelis hakim telah menyidangkan perkara ini secara maraton selama tujuh hari kerja. JPU memiliki waktu tiga hari kedepan untuk mengajukan memori banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta,” ucap Benny.

Adapun pembacaan putusan dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Erma Octora beserta kedua terdakwa yang juga didampingi oleh penasihat hukum.

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved