Pilpres 2019

Sekjen PDIP: Rakyat akan Pilih yang Mampu Menggebrak Hambatan dan Persoalan, Bukan yang Gebrak Meja

Hasto Kristiyanto menyakini, masyarakat akan cenderung memilih pemimpin yang mampu menyelesaikan masalah tanpa emosi.

Sekjen PDIP: Rakyat akan Pilih yang Mampu Menggebrak Hambatan dan Persoalan, Bukan yang Gebrak Meja
Warta Kota
kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/4/2019). 

SEKRETARIS Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyoroti aksi kampanye capres 02 Prabowo Subianto, yang melakukan aksi gebrak podium saat kampanye di Yogyakarta.

Hasto Kristiyanto menyakini, masyarakat akan cenderung memilih pemimpin yang mampu menyelesaikan masalah tanpa emosi.

Sebab, menurutnya, karakter calon pemimpin ikut menentukan daya tarik terhadap pemilih.

Lembaga Survei Ini Menangkan Prabowo-Sandi, Pada 2014 Silam Mereka Juga Lakukan Hal yang Sama

"Rakyat akan memilih yang mampu menggebrak hambatan dan persoalan, bukan yang menggebrak meja," kata Hasto Kristiyanto di sela safari di Denpasar, Bali, Selasa (9/4/2019).

Hasto Kristiyanto mengatakan, PDIP berpandangan bahwa karakter pemimpin akan ikut menentukan kultur positif dan martabat bangsa.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin ini menyebut, calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo selalu menunjukkan karakter yang ideal bagi seorang pemimpin.

Jokowi Pendaki Pertama dari Mapala Fakultas Kehutanan UGM yang Sampai ke Puncak Gunung Kerinci

Hal itu bisa terlihat, lanjut Hasto Kristiyanto, dari bagamana sosok Jokowi selalu tampil apa adanya, merakyat, visioner dan bergulat dengan persoalan rakyat, sambil mengedepankan optimisme.

Hal sebaliknya, menurut Hasto Kristiyanto, terjadi pada calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, yang sering tampil emosional, bahkan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas.

Menurutnya, sikap Prabowo Subianto menimbulkan ketakutan dan sikap pesimisme di masyarakat.

Baca Puisi Ahmad Dhani, Fadli Zon: Rezim Ini Harus Segera Diganti dan Dimusnahkan

"Kami tidak bicara untung rugi, tapi referensi masyarakat akan melihat rekam jejak. Kalau yang dibangun pesimisme, sedikit follower-nya," terang Hasto Kristiyanto.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved