Berita Jakarta

Polda Metro Jaya Klaim Kasus Kadis SDA DKI Teguh Hendrawan, Masih Terus Diproses

Polda Metro Jaya Klaim Kasus Kadis SDA DKI Teguh Hendrawan, Masih Terus Diproses. Mengambangnya kasus ini, pembangunan Waduk Rorotan menjadi terhambat

Polda Metro Jaya Klaim Kasus Kadis SDA DKI Teguh Hendrawan, Masih Terus Diproses
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (8/4/2019). 

Polda Metro Jaya Klaim Kasus Kadis SDA DKI Teguh Hendrawan, Masih Terus Diproses. Dengan masih mengambangnya kasus ini, pembangunan Waduk Rorotan menjadi terhambat.

POLDA Metro Jaya mengklaim dan memastikan masih terus melakukan penyidikan dan pendalaman kasus dugaan perusakan dan memasuki pekarangan orang lain di Rorotan, Jakarta Utara, dengan tersangka Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Teguh Hendrawan.

Hal itu dikatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Selasa (9/4/2019).

"Kasusnya masih proses terus. Masih dalam penyidikan," kata Argo.

Saat ditanya sudah sampai sejauh mana penyidikan dilakukan polisi, Argo mengaku harus mengecek kembali dan menanyakan kepada penyidik yang menangani kasus ini.

Panggilan Reino Barack ke Syahrini di Depan Jamaah Pengajian Viral di Instagram, Jamaah Pun Bersorak

Tiket Promo Garuda Indonesia Masih Ada 170.000 Kursi, Diskon hingga 65 Persen, Ini Daftar Rutenya

Lembaga Survei Ini Menangkan Prabowo-Sandi, Pada 2014 Silam Mereka Juga Lakukan Hal yang Sama

"Saya akan cek kembali, sejauh mana sampai saat ini," kata Argo.

Namun Argo memastikan bahwa proses hukum kasus ini terus dilakukan sampai kini, meski penetapan tersangka terhadap Teguh Hendrawan sudah dilakukan sejak Agustus 2018.

Apakah ke depan akan ada pemeriksaan atau bahkan penahanan terhadap Teguh Hendrawan, Argo mengaku semuanya tergantung penyidik.

"Nanti ditanyakan lagi penyidik. Yang pasti sampai saat ini masih penyidikan," kata Argo.

Dengan masih mengambangnya kasus ini, membuat pembangunan Waduk Rorotan sebagai pencegah banjir menjadi terhambat.

Pembangunan waduk di areal seluas 35 hektar yang menjadi penampungan air raksasa itu kini baru mencapai 85 persen. (bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved