Peran Wanita Indonesia di Poros Maritim Dunia Sudah Sejak Abad ke 15

Ratu Kalinyamat adalah Putri Sultan Trenggana yang lahir dengan nama Retno Kencono, dan bisa dianggap sebagai perempuan yang melampaui jamannya.

Peran Wanita Indonesia di Poros Maritim Dunia Sudah Sejak Abad ke 15
istimewa
Forum Diskusi Tol Laut dan Pahlawan Wanita Poros Maritim Dunia, yang berlangsung di atas kapal Ferry Executive ASDP, Senin (8/4/2019). 

Indonesia ternyata pernah memiliki wanita yang berperan penting dalam hal kemaritiman.  DR. Connie Rahakundini Bakrie, President Indonesian Institute for Maritime Studies, mengatakan, jauh sebelum keberadaan Raden Ajeng Kartini (1879-1904), Indonesia sudah memiliki sosok Ratu Kalinyamat yang lahir tiga abad sebelumnya (1514-1579).

“Peran Wanita dan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia ibarat melihat kondisi kita saat ini dan juga beberapa abad ke belakang,” ujarnya dalam Forum Diskusi Tol Laut dan Pahlawan Wanita Poros Maritim Dunia, yang berlangsung di atas kapal Ferry Executive ASDP, Senin (8/4/2019).

Dalam pelayaran Pergi-Pulang pelabuhan Merak-Bakauheni, itu dipaparkan mengenai sejarah Nusantara yang menunjukkan bahwa kita punya perempuan Indonesia yang disegani, khususnya dalam hal kemaritiman.

Ratu Kalinyamat adalah Putri Sultan Trenggana yang lahir dengan nama Retno Kencono, dan bisa dianggap sebagai perempuan yang melampaui jamannya.

“Ratu Kalinyamat adalah salah satu penanda masa kejayaan Maritim Nusantara,” kata Connie lagi. Di tahun 1550 dan 1574, Ratu Kalinyamat sudah memimpin armada laut Nusantara yang berkekuatan ratusan kapal dan puluhan ribu prajurit, untuk mengusir Portugis dari Malaka.

VIDEO: Presiden Jokowi Resmikan Terminal Baru Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya

Tak hanya menunjukkan diri sebagai perempuan yang bisa memimpin, Ratu Kalinyamat juga bisa dianggap sebagai inspirator Nusantara sebagai poros maritim yang mendunia.

Karena saat itu, armada laut Portugis dianggap salah satu yang terkuat di dunia. Namun mereka berhasil dibuat tunggang langgang oleh seorang perempuan kelahiran Jepara.

“Beliau berhasil membangun kepercayaan diri bangsa menjadi negara maritim yang disegani oleh pemimpin kawasan dan dunia,” tutur Connie.

Atas kepiawaiannya memainkan peran dalam ruang politik, diplomatik, ekonomi, dan militer, khususnya sebagai ikhtiar menjaga kedaulatan maritim, Selat Malaka sebagai jalur perdagangan penting kala itu, Ratu Kalinyamat mendapatkan penghormatan yang justru datang dari para penjajah Portugis yang diperanginya.

VIDEO: Baliho Masinton Dicopot Petugas Karena Dipasang di Area Terlarang

Saat ini, sosok Ira Puspadewi, Direktur Utama PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Persero juga dinilai relevan sebagai "Ratu Kalinyamat" modern.

Halaman
12
Editor: Ahmad Sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved