Pilpres 2019

Aksi Prabowo Gebrak Meja Podium, TKN Jokowi-Maruf Amin Ini Teringat Guru SD Gebrak Meja di Kelas

Kini, turut salah satu Tim Kampanye Nasional atau TKN Jokowi-Maruf Amin, Budiman Sudjatmiko kritik Prabowo gebrak meja.

Editor: Panji Baskhara
istimewa
Kali ini, aksi Prabowo Subianto gebrak meja podium membuat Budiman Sudjatmiko teringat guru SD gebrak meja di kelas. (Kolase TribunJateng) 

MOMENTUM aksi Prabowo Subianto gebrak meja podium di kampanye akbar Prabowo Subianto di Yogyakarta, terus menerus tuai kritikan.

Kini, turut salah satu Tim Kampanye Nasional atau TKN Jokowi-Maruf Amin, Budiman Sudjatmiko kritik Prabowo gebrak meja.

Kali ini, aksi Prabowo Subianto gebrak meja podium membuat Budiman Sudjatmiko teringat guru SD gebrak meja di kelas.

WartaKotaLive lansir TribunJateng, Tim TKN Jokowi-Maruf Amin, Budiman Sudjatmiko sindir Prabowo Subianto selaku calon presiden nomor urut 02.

Disuruh Buktikan oleh Menhub, Anies Baswedan Kini Bilang Banjir Akibat Kurang Pompa, Bukan LRT

Siswi SMP Korban Pengeroyokan 12 Siswi SMA Ternyata Dapat Ancaman dari Pelaku

VIDEO: Caleg DPRD Dapil I Bangka Belitung Djunaidi H Thalib Ditemukan Tewas Di Kamar Hotel

Hal tersebut tampak pada unggahan akun Twitter @budimandjatmiko pada Selasa (9/4/19).

Dalam cuitan tersebut, Budiman menyebut bahwa dirinya memiliki pengalaman bahwa guru SD yang membetak murid dan memukul meja dengan penggaris bisa bikin ketakutan.

Terlebih jika orang suka membentak itu jadi Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata.

"Pada seorang guru SD yg suka mbentak2 & mukul2kan penggaris ke bangku aja bisa bikin murid2 (saya dkk dulu) ketakutan, apalagi jika yg suka mbentak2 itu jd Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata nantinya," tulisnya.

Diketahui sebelumnya, Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menggebrak podium saat berorasi di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Senin (8/4/2019).

Hal itu dilakukan Prabowo saat berorasi menyinggung mengenai netralitas TNI dan Polri.

Dari video yang beredar di sejumlah media, saat berpidato, Prabowo berpesan kepada tentara dan polisi yang masih aktif agar netral.

Ia berharap aparat tidak mengabdi kepada segelintir orang, apalagi antek asing.

"Hai adik-adikku, kau yang ada di tentara, polisi yang masih aktif. Ingat kau adalah tentara rakyat, kau polisi rakyat. Seluruh rakyat Indonesia," ucapnya dengan penuh semangat, disambut riuh massa pendukung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved